Wah, Honda Beat Injection 2013 Bermasalah?

 

Honda Beat Sobat Acoy

Honda Beat Sobat Acoy

ADA yang menarik dari sepeda motor Honda Beat Injection 2013 milik Bung Acoy, panggilan akrab Harso Kurniawan. Setelah sempat ngempos akibat melewati jalan bergelombang, kini mesin Honda Beat Injection 2013 mati saat melewati jalan bergelombang.

Mesin motor saya mati saat melalui jalan bergelombang. Kejadiannya, dua kali dalam Februari 2014 ini. Ketika pertama kali terjadi, saat dompet saya hilang. Saya tidak bisa menyalakan mesin. Akibatnya, saya harus mendorong sampai menemui bengkel terdekat. Kedua, pada Jumat (21/02/2014), saat insiden mesin mati,” keluh Bung Acoy saat dikonfirmasi riowinto.wordpress.com di Jakarta, Senin (24/02/2014).

Setelah bertemu bengkel terdekat, kata Bung Acoy, Honda Beat Injection 2013 miliknya diduga memiliki masalah pada sistem ECU.

Selain masalah ngempos dan mesin mati ketika melalui jalan bergelombang, kata Bung Acoy, kondisi cuaca hujan turut menjadi momok bagi Honda Beat Injection 2013 miliknya.

Entah kenapa, kok motor terasa ngempos ya, apabila dikendarai dalam kondisi hujan. Saya tidak tahu kenapa,” ujar Bung Acoy, pemilik autokritik.wordpress.com.

Sambil menjalani kegiatan sehari-hari, Bung Acoy belum tahu kapan akan ke bengkel untuk memeriksa motornya.

Belum tahu sob, saya masih sibuk niy,” tutur Bung Acoy dengan nada datar. (rw)

 

 

OBI Gelar Lomba FOTOBLOGGER 2014

 

FOTOBLOGGER 2014

FOTOBLOGGER 2014

OTO Blogger Indonesia (OBI) menggelar lomba FOTOBLOGGER 2014. Kompetisi itu digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-3 OBI (1 Maret 2011-1 Maret 2014). Lomba FOTOBLOGGER 2014 yang memiliki tema Saya dan Indonesia itu menetapkan tiga kategori.

Pertama, kategori ROAD SAFETY. Apa yang ada di benak sampeyan soal safety itu? Coba bidik pakai ponsel atau tabletnya mas bro.Kategori kedua, TRANSPORTASI PUBLIK. Seperti apa sih transportasi publik dari balik lensa ponsel atau tablet sampeyan mas bro?

Kategori ketiga, SOSIAL BUDAYA. Apa yang menarik di lingkungan sekitar sampeyan tinggal mas bro? Tolong potretin dong pakai ponsel atau tablet.

Soal syarat lomba, sederhana saja. Pertama, jujur. Foto harus karya sendiri dan belum pernah memenangi lomba sejenis. Kedua, foto diharuskan menggunakan ponsel atau tablet. Tidak diperkenankan menggunakan camdig saku atau DSLR, karena itu #haram untuk lomba ini. Ketiga, peserta terbuka untuk masyarakat umum, namun bukan fotografer professional.

Keempat, peserta bukan member OBI, mantan OBI, pacar, keponakan, mbah buyut, mbah canggah, udek-udek siwur, dan atau keluarganya. Kelima, setiap peserta maksimal mengirim dua foto per kategori.

Keenam, kirimkan foto dalam format asli maksimal ukuran 1 MB ke email lombafotoblogger@gmail.com. Ketujuh, semua foto yang dikirim akan ditampilkan di blog lombafotoblogger.wordpress.com.

Kedelapan, foto tidak boleh dimodifikasi. Kecuali gelap-terang saja (contrastbrighnest). Kesembilan, foto harus dapat dibaca metadatanya di software foto semacam ACDsee atau Photoshop. Sepuluh, foto yang ikut lomba diambil diantara tanggal 1 Januari – 1 Maret 2014. Sebelas, cantumkan KATEGORI – JUDUL FOTO – LOKASI – NAMA PEMOTRET untuk nama file.

Duabelas, pengiriman foto dimulai pada 1 Februari – 1 Maret 2014 jam 00.00 wib.  Tigabelas, pengumumam pemenang pada tanggal 11 Maret 2014 di blog lombafotoblogger.wordpress.com dan blog agregator OBI. (OBI)

 PENILAIAN:

1. Kesesuaian Tema per Kategori

2. Pesan yang Disampaikan

3. Keunikan

*Bobot penilaian juri tidak berdasar urutan di atas

**JURI:

Lourentius EP (http://lourentphoto.com)

Aryus Soekarno (http://www.flickr.com/photos/aryus/)

**Fotografer sebuah media ternama nasional

DESAIN BANNER :

Rizal (http://about.me/dannyrizal)

 HADIAH:

KATEGORI 1 : Helem KBC V-Euro + Pinlock

KATEGORI 2 : Glove Pro Biker

KATEGORI 3: Ponsel pinter LG L1 II

 PENYANGGAH:

1. Keputusan juri mutlak. Tidak dapat diobrolkan, dinegosiasikan, maupun dipidanakan. Karena ini merupakan lomba demi pertemanan dan kearifan berkarya. Namun, hasil lomba dapat di-FB-kan, di-Blog-kan, di-Twit-kan, dan sejenisnya.

2. Hadiah masing-masing kategori merupakan produk yang berdiri sendiri. Merek hadiah tersebut bukan sponsor, dan tidak mengikat panitia dan juri untuk memilih pemenang. Itu karena merek-merek tersebut dibeli menggunakan iuran member OBIwan.

3. Bagi pemenang yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta (Pusat, Selatan, Utara, Timur, dan Barat) hadiah mohon dapat diambil sendiri (dengan perjanjian) sekalian untuk foto-foto #selfie bersama panitia dan atau member OBI yang diberi amanah menyerahkan hadiah.

4. Untuk pemenang di Bodetabek, luar kota, luar Jawa, hadiah akan dikirim melalui jasa pengiriman terpercaya (Pos atau JNE). Ongkos kirim ditanggung panitia. Jangan lupa, setelah hadiah diterima, foto-foto #selfie bersama hadiahnya dikirim ke lombafotoblogger@gmail.com sebagai bukti penerima.

5. Segala perselisihan, debat kusir tanpa kuda atau delman, caci maki, dikarenakan adanya lomba foto-foto ini, ditiadakan demi ketenangan dunia dan akhirat. Kalaupun ada, mohon dapat diselesaikan secara jantan di lapangan pingpong dekat rumah masing-masing. Dan member OBIwan tidak ikut bertanggungjawab atas keriuhan tersebut.

Jakarta, 1/2/2014

Oto Blogger Indonesia

Honda Beat Injection 2013 Ngempos?

Honda Beat Sobat Acoy

Honda Beat Sobat Acoy

SAMBIL menikmati kondisi cuaca di kawasan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (14/1) sore hari, yang diiringi hujan, saya, sobat Acoy dan Ketua Umum Road Safety Association (RSA) Edo Rusyanto asyik ngobrol di kantin.

Masalah banjir yang menyerang DKI Jakarta, Bekasi, Tangerang dan sekitarnya masih menjadi topik hangat yang dibicarakan.

Setelah puas membahas soal banjir, sobat Acoy mulai menuturkan pengalamannya saat mengendarai Honda Beat Injection yang dibelinya pada Maret 2013.

Kenapa ya, saat melewati jalan bergelombang (bumpy) seperti polisi tidur, motor Beat saya ngempos. Padahal, pada kecepatan 50 km per jam, saya tidak mengurangi kecepatan. Setelah beberapa saat melewati jalan bergelombang, motor baru melaju kembali,” tanya sobat Acoy dengan penasaran.

Menurut sobat Acoy, motor Beat warna orange miliknya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) Shell, oli mesin Motul dan oli gardan Motul.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum RSA Edo Rusyanto menilai kondisi yang dialami sobat Acoy memiliki risiko lebih besar. Sebab, pada saat dia mendahului kendaraan lain di jalan bergelombang, dan tiba-tiba motornya ngempos, bisa membuat pengendara di belakangnya kagok.

Dan, juga apabila, sobat Acoy ingin mendahului kendaraan di jalan bergelombang dan motornya tiba-tiba tidak bertenaga, risikonya juga besar. Apalagi, kalau ada kendaraan dari arah berlawanan,” jelas Bro Edo. (rw)

 

Spesifikasi Honda Beat Injection 2013

Tipe mesin: 4-Langkah, OHC, pendinginan dengan kipas

Diameter X Langkah: 50×55 mm

Volume: 108 cc

Perbandingan kompresi: 9,2:1

Daya maksimum: 6,27 kW (8,52 PS) / 8.000 rpm

Torsi maksimum: 8,68 Nm (0,89 kgf.m) 6.500 rpm

Kopling: Otomatis, sentrifugal, tipe kering

Starter: Pedal dan elektrik

Sistem bahan bakar: Injeksi (PGM-FI)

Kapasitas tangki: 3,7 liter

Kapasitas minyak pelumas: 0,8 liter pada pergantian periodik

Transmisi: Otomatis, V-Matic

Sistem pengapian: Full Transisterized, Baterai

Kelistrikan: Baterai 12V-3Ah (Tipe MF)

PanjangxLebarxTinggi: 1.863x675x1.072 mm

Jarak sumbu roda: 1.255 mm

Jarak terendah ke tanah: 140 mm

Berat kosong: 93 kg

Tipe rangka: Tulang punggung

Tipe suspensi depan: Teleskopik

Tipe suspensi belakang: Lengan ayun dengan peredam kejut tunggal

Ukuran ban depan: 80/90-14 M/C 40P

Ukuran ban belakang: 90/90-14 M/C 46P

Rem depan: Cakram hidrolik dengan piston tunggal

Rem belakang: Tromol

Sistem pengereman: Standar (tipe SW dan CW), Combi Brake (tipe CBS)

Mari Lindungi Anak Kita!

SIARAN PERS

Road Safety Association (RSA)

Foto: edorusyanto.wordpress.com

Foto: edorusyanto.wordpress.com

JAKARTA – Anak-anak merupakan generasi penerus. Mereka wajib diproteksi dari malapetaka, termasuk dari jagal jalan raya. Proteksi terhadap anak-anak di bawah umur 17 tahun tak semata sebagai korban kecelakaan lalu lintas jalan. Lebih dari itu, memproteksi agar mereka tidak menjadi pelaku kecelakaan. Ini persoalan super serius karena bisa menimbulkan penderitaan terhadap orang lain.

Kasus kecelakaan Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul (13 tahun), Minggu (8/9/2013) dinihari membuka mata kita. Kecelakaan di KM 82.000 Tol Jagorawi, sekitar Cibubur itu, merenggut 6 korban jiwa dan 9 luka-luka. Pihak kepolisian mengatakan, mobil Mitsubhisi Lancer yang dikemudikan Dul lepas kendali, menabrak pembatas jalan dan masuk ke lintasan arah berlawanan. Mobil sedan B 80 SAL menabrak minibus Daihatsu Grand Max B 1349 TEN. Korban jiwa bergelimpangan dari mobil Grand Max.

Hingga Minggu siang kepolisian masih mendalami kasus tersebut. Publik berharap kepolisian bisa tegas, konsisten, kredibel, transparan, dan tidak pandang bulu. Kita lihat saja nanti.

Pelaku Kecelakaan
Fakta memperlihatkan, pada 2012, khusus di kawasan Polda Metro Jaya, anak-anak di bawah usia 16 tahun yang menjadi pelaku kecelakaan lalu lintas jalan melonjak drastis. Bila pada 2011 baru 40 kasus, tahun lalu menjadi 104 kasus. Artinya, melonjak 160%. Memprihatinkan.

Sebagai pelaku kecelakaan bisa dimaknai bahwa mereka adalah para pengendara kendaraan bermotor. Artinya, mereka bisa melenggang berkendara di jalan raya tanpa intervensi berarti dari lingkungan sekitar. “Peran para orang tua membendung anak-anaknya berkendara di jalan raya patut dipertanyakan,” ujar Edo Rusyanto, ketua umum Road Safety Association (RSA), di Jakarta, Minggu (8/9/2013).

Data Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan, dari enam kelompok usia pelaku kecelakaan, rentang di bawah 16 tahun mencatat lonjakan tertinggi. Kelompok lainnya, hanya rentang 22-30 tahun yang naik 8,53%. Selebihnya mencatat penurunan berkisar 2-6%.

Kelompok usia 31-40 tahun mencatat penurunan paling tajam, yakni 5,74%. Berbanding terbalik dengan kelompok anak-anak di bawah umur. “Bisa jadi semakin matang usia semakin lebih hati-hati ketika berkendara,” kata dia.

Berkendara butuh kematangan jiwa yang berarti tidak mudah terprovokasi oleh situasi sekitar. Karena itu, persyaratan bagi penerima surat izin mengemudi (SIM) C bagi pesepeda motor dan SIM A bagi pemobil, minimal berusia 17 tahun.

Dari sisi kontribusi, anak-anak di bawah umur, menyumbang 1,72% terhadap total pelaku kecelakaan. Tahun 2012, tercatat 6.064 pengendara yang menjadi pelaku kecelakaan di Jakarta dan sekitarnya. Sedangkan, rentang 22-30 tahun, menjadi penyumbang terbesar, yakni 33,13%.

Di sisi lain, anak-anak sebagai korban kecelakaan anjlok 27,98%. Khususnya, untuk rentang usia 1-10 tahun. Mirip dengan diposisi sebagai pelaku, anak-anak yang menjadi korban kecelakaan hanya menyumbang 4,04%. Angka itu merupakan yang terendah dari enam kelompok usia korban.

Pada 2012, jumlah korban kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah Polda Metro Jaya tercatat sebanyak 10.003 orang. Jumlah tersebut turun tipis, yakni 2,06% dibandingkan tahun 2011. Korban kecelakaan tersebut mencakup korban meninggal dunia, luka berat, dan luka ringan.

Kesadaran orang tua memproteksi anak-anak di bawah umur agar tidak menjadi pelaku kecelakaan harus terus dibangun. Pelaku kecelakaan tak hanya menderita luka-luka atau meninggal dunia, bahkan bisa jadi berujung di balik jeruji penjara.

UU No 22/2009 ttg Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), pasal 310 (1), menegaskan bahwa pengemudi lalai yang mengakibatkan kecelakaan dan timbulkan kerusakan kendaraan/barang bakal kena sanksi penjara paling lama 6 bulan dan/atau denda paling banyak Rp 1 juta.

Namun, jika lalai dan menimbulkan kecelakaan hingga korban luka ringan & kerusakan kendaraan dan/atau barang sanksinya ada juga yaitu penjara paling lama 1 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 2 juta.

Bagi mereka yang lalai kemudian bikin kecelakaan dengan korban luka berat, penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 10 juta. Sedangkan kalau bikin orang lain meninggal dunia, penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.

Tapi, pasal 311, jika sengaja mengemudikan kendaraan yang membahayakan nyawa/barang, penjara maks 1 thn/ denda maksimal Rp 3 juta. Lalu, kalau kecelakaan timbulkan kerusakan kendaraan dan/atau barang, penjara maksimal 2 tahun atau denda maksimal Rp 4 juta. Jika kecelakaan bikin korban luka ringan dan kerusakan kendaraan dan/atau barang, penjara maksimal 4 tahun atau denda maksimal Rp 8 juta. Bikin kecelakaan dengan korban luka berat, penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp 20 juta. Kecelakaan bikin orang meninggal dunia, penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 24 juta. (*)

Selamat Jalan Ustadz Jeffry

Foto Teenvoice.co.id

Foto Teenvoice.co.id

KITA semua dikagetkan kabar duka cita. Tokoh muda Islam, ustadz Jeffry Al Buchori meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor, Jumat (26/4/2013). Duka mendalam.

Kepolisian RI menyatakan, sepeda motor yang dikendarai Ustadz lepas kendali dan menabrak pohon palem. Saat kejadian kondisi jalan mulus dan almarhum memakai helm. Bahkan, membawa surat-surat lengkap seperti surat tanda nomor kendaraan bermotor (STNK) dan surat izin mengemudi (SIM).

Ustadz Jeffry Al Buchori yang kondang disapa Uje meninggal dunia sekira pukul 03.00 WIB. Kecelakaan yang dialaminya terjadi di kawasan Jl Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan. Almarhum menunggang motor sport Kawasaki E650 bernopol B 3590 SGQ. Baca lebih lanjut

Sensasi Negeri Seribu Candi

Candi Brahu - Foto Andra

Candi Brahu – Foto Andra

BEBERAPA waktu lalu, Elsid Arendra Filemon, salah satu personel Scorpio Owners Club Indonesia (Scoci), sempat bercerita tentang perjalanannya ke Jawa Timur, dengan kuda besi andalannya, Yamaha Scorpio Z 2006. Andra, panggilan akrab Arendra, tanpa panjang lebar segera menuturkan kisah perjalanannya dalam bentuk tulisan yang diterima riowinto.wordpress.com.

Menurut Andra, Jatim masih menyembunyikan banyak hal dari sisi wajahnya yang nampak sekarang ini. Mulai dari wisata alam, gunung, lembah, sejarah dan kuliner, semuanya ada. Berkendara menuju berbagai peninggalan sejarah di Trowulan, menatap keangkuhan candi-candi tua yang memang anggun dan indah. Mulai dari candi Brahu, candi Tikus, Kolam Segaran, kolam kuno terbesar, candi narsis di Pandaan-candi Jawi sampai candi Jabung yang malu-malu tersembunyi dari keramaian jalur Surabaya-Denpasar. Semua candi itu dibangun pada masa kejayaan Majapahit mulai dari dataran rendah di Situbondo sampai dataran tinggi yang sejuk di kawasan wisata Pandaan-Tretes.

Daerah pertama yang dikunjungi adalah Trowulan. Wilayah itu berada di sebuah dataran yang merupakan ujung dari kaki tiga gunung yakni Gunung Penanggungan, Welirang, dan Anjasmoro. Tepatnya, di sekitar delta Sungai Brantas, sekitar 10 km barat daya Mojokerto atau sekitar 60 km barat daya Surabaya. Situs bersejarah Trowulan hanya menampilkan sedikit dari roman wajahnya. Masih banyak situs yang belum disingkap dari bekas pusat kota Majapahit ini. Banyak bangunan candi yang masih tertimbun dalam tanah atau hanya tampak sebagian kecil saja karena belum digali secara utuh. Bila Kamboja memiliki peninggalan peradaban berupa Angkor Wat, Peru menyimpan Machu Picchu, Italia dengan reruntuhan Pompeii, dan Yunani terdapat Acropolis di Athena, sedangkan Indonesia hanya memiliki Trowulan yang sampai sekarang pun belum tergali sempurna. Sungguh sayang. Baca lebih lanjut

Banjir, Pemkot Bekasi Kucurkan Rp 5 Miliar

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, telah mengucurkan dana Rp 5 miliar untuk mengatasi banjir yang terjadi pada 18 Januari dan 4 Februari 2013.

Kantor Pemasaran dan Ruko Mutiara Gading Timur Banjir

Kantor Pemasaran dan Ruko Mutiara Gading Timur Banjir

“Dana itu telah digunakan untuk menangani masalah pascabanjir seperti menyumbangkan makanan dan minuman, air bersih, selimut, obat-obatan,” ujar Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, di Bekasi, Minggu (10/2/2013).

Menurut dia, alokasi dana terbesar diperuntukan bagi penanggulangan banjir di Perumahan Pondok Gede Permai, Jatiasih, yang ketinggian banjir pada saat itu mencapai lebih dari empat meter.

“Dana tersebut telah kita manfaatkan untuk penanganan awal perbaikan tanggul yang jebol sepanjang 20 meter menggunakan sistem beronjong atau kawat batu,” kata Rayendra. Baca lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.