Black Warrior 2003

SUNGGUH mantap Yamaha Scorpio 2003 milik Bung Joe Begundalz, MiLYS 241. Dengan total modal Rp 5 juta, Yamaha Scorpio 2003 berubah model yang mengacu kepada Yamaha XT 250 1982.

Bikers yang berdomisili di bilangan Jakarta Timur ini memang doyan berpetualang. Cowok single yang sudah melanglang buana kemana saja ini senang dengan model Yamaha XT 1982.

“Saya membuat motor ini di bengkel MT, Pulogebang,” jelas Bung Joe di Jakarta Timur, Senin (25/07/2011).

Menurut Bung Joe, chasis body bagian tengah disambung dan dinaikkan dengan frame besi. Swing arm memakai buatan kumis, ban depan belakang menggunakan seperti ban BMW GS R1200,yaitu Mitzeler Torance, depan ring 110/80/19, belakang 150/70/17

Sedangkan, velg belakang champ dan depan TK, knalpot arrow, tangki RX Spesial, spakbor belakang RX King, spakbor depan trail, speedometer RX Spesial, dan lampu punya Toyota Hardtop.

“Saya sengaja modif dengan model seperti ini karena saya sesuaikan dengan karakter perjalanan petualangan,” papar dia.

“Spion custom, karburator PE28 milik Honda NSR, lampu spion custom, foot step trail,” tutur bung joe yang lebih suka kondisi jalan dual terrain.

Bung Joe mengatakan, proses modifikasi berlangsung selama dua bulan.”Saya membuat motor ini karena terinspirasi film Rambo III. Saya senang sekali dengan gaya Rambo. Saya juga senang dengan petualangan. Karena itu, saya membuat motor seperti ini,” ujar Bung Joe yang sudah melakukan test ride motor itu ke kaki Gunung Halimun, saat Ulang Tahun Banten Scorpio Club, 16-17 April 2011.

Kondisi medan yang dilalui, kata Bung Joe, tanah berbatu di sekitar hutan sawit. “Saat itu, saya bersama Bung Made dan Bung Surya,” kata Bung Joe yang berencana touring adventure ke Jawa Bali Lombok, akhir 2011. Nice ride Bung Joe. (Rio)

Tim OBI Kembali ke Ibukota

SETELAH menempuh perjalanan darat dengan sepeda motor Jakarta – Semarang dan sekitarnya sejauh 622 km dalam #XLNetRally, lima personel Oto Blogger Indonesia (OBI) kembali ke Ibukota, Minggu (24/07/2011) dari Stasiun Tawang, Semarang, Jawa Tengah, pukul 12.15 WiB, menggunakan kereta api Argo Anggrek.

“Motor akan dipaketkan ke Graha XL dengan paket pengiriman JNE. Kelima motor itu adalah dua unit Kawasaki Ninja 250, dua unit Yamaha Byson, dan satu unit Yamaha V-ixion,” kata Saranto, dari PT XL Axiata Tbk, sambil melepas tim OBI di Stasiun Tawang.

Sedangkan, dua personel OBI lainnya, bro Rial dan bro Marlin meneruskan perjalanan dengan dua unit sepeda motor Pulsar ke Gunung Bromo dan Madura. Semoga perjalanan mereka berjalan lancar dan selamat sampai tujuan. (Rio)

Bandungan Night Life

RASA penasaran untuk mengetahui suasana Bandungan, sekitar 40km dari Semarang, begitu menghantui teman-teman Oto Blogger Indonesia (OBI). Seperti apa sih situasi dan kondisi Bandungan pada malam hari?

Nah, setelah mengikuti acara Obrolan Langsat di Taman Budaya Raden Semarang, Sabtu (23/07/2011), pukul 21.45 WIB, bro Edo, bro Henry, bro Rial, bro Marlin, bro Benny, bung Rio, Heidy Miyo (MiLYS 777, chapter Semarang), bro Dhanung (Yamaha Scorpio Club Semarang), segera meluncur ke Bandungan. Rombongan menempuh jalur dari Semarang ke arah Solo/DI Yogyakarta.

Saat tiba di Bandungan yang diselimuti udara dingin, tim OBI langsung memarkir motornya di depan kedai jagung bakar.

Bro Edo dan bro Rial ingin menghangatkan suhu tubuh dengan menyantap sate. “Saya memilih sate kelinci,” kata bro Edo.
“Kalau saya senang sate kambing,” timpal bro Rial yang sehari-hari menggunakan Pulsar 220. Tak ketinggalan, teman-teman lain memesan menu jagung bakar dan susu jahe.

Tim OBI asyik menyantap makanan tersebut. Lokasi kedai jagung bakar itu terletak di sekitar pasar bandungan, begitu warga sekitar menyebutnya.

Di sekitar pasar ternyata juga ada lokasi hiburan malam, antara lain diskotik dan kafe. Lokasi hiburan malam itu memang tidak terlihat dari jalan besar. Bagi penggemar hiburan malam, harus masuk ke gang kecil terlebih dahulu.
“Lokasi hiburan malam sering dikunjungi oleh orang dari luar kota,” tukas Inar, member HMPC Salatiga, yang bertemu tim OBI di kedai jagung bakar.

Tanpa terasa, hari sudah berganti menjadi Minggu (24/07/2011) dini hari, pukul 02.00 WIB. Tim OBI pun memutuskan untuk kembali ke Hotel Gumaya. Sebab, tim OBI akan kembali ke Jakarta, Minggu, pukul 12.00 WIB, menggunakan transportasi kereta api dari Stasiun Tawang.

Sebelum ke Stasiun Tawang, tujuh motor yang dikendarai personel OBI itu akan dipaketkan ke Jakarta. Tuntas sudah perjalanan OBI mengikuti #XLNetRally sejak Jumat (22/07/2011) hingga Minggu (24/07/2011). (Rio)

Brigadir Avvy Olivia: Utamakan Keselamatan Jalan

MASALAH keselamatan jalan sudah menjadi suatu kewajiban yang harus diutamakan oleh masyarakat.

Demikian diungkapkan oleh Brigadir Avvy Olivia di sela Obrolan Langsat (Obsat) dengan tema ‘Mudik Asyik Bersama XL dan TMC Polri’ di Taman Budaya Raden Saleh, Semarang, Sabtu (23/07/2011), pukul 20.45 WIB.
Avvy, ibunda dari Masyitha (empat tahun), mengatakan, masalah keselamatan jalan sering diabaikan masyarakat. Padahal, tanpa memperhatikan hal itu sangat berbahaya yang berujung kepada kematian.

“Dengan adanya Obsat, seluruh pesan keselamatan jalan dapat disebarluaskan oleh para blogger yang hadir di sini,” ujar ibu kelahiran Jakarta, 16 April 1983 ini.
Avvy yang berdomisili di bilangan Jakarta Selatan ini turut mengimbau kepada masyarakat agar untuk tidak mudik menggunakan sepeda motor. Jika memang terpaksa menggunakan sepeda motor, harus memperhatikan keselamatan jalan.

“Penumpang motor maksimal dua orang saja. Jangan melebihi dua orang. Bagi orang tua jangan membawa anak kecil. Kasihan. Bahkan, barang-barang bawaan jangan berlebihan. Jauh lebih baik naik bis dan kereta api. Barang bawaan lebih baik dipaketkan,” ujar ibu muda yang cantik ini. (Rio)

Wisata Kuliner Tahu Gimbal di Citarum, Semarang

EMPAT personel Oto Blogger Indonesia (OBI), bro Edo, bro Rio, bro Henry, dan bro Benny mencoba untuk wisata kuliner di Semarang, Sabtu (23/07/2011), pukul 16.00 WIB.

Berdasarkan petunjuk bro Dhanung (Yamaha Scorpio Club Semarang), tahu gimbal di Citarum, Semarang, patut dicoba. Setelah terjebak hujan di kota tua Semarang, kami langsung meluncur ke TKP.

Ternyata, di sana, banyak penggemarnya. Tanpa basa-basi, kami langsung memesan. Tahu gimbal dengan bumbu kacang, dilengkapi dengan sayuran tauge, daun kol, lontong, dan potongan udang yang digoreng bersama tepung terigu.Bisa dibilang mirip dengam potongan pangsit goreng, tapi di dalam diisi udang.

Kalau soal rasa, hmm, maknyus. Bagi yang suka pedas, bisa meminta jumlah cabai sesuai selera. Sambil menyantap tahu gimbal, kami membahas acara #XLNetRally di Taman Budaya Raden Saleh, Jalan Sriwijaya, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (23/02/2011), pukul 19.00 WIB. (Rio)

Akhirnya, OBI Tiba di Semarang

SETELAH mengendarai ‘kuda besi’ sejauh ratusan kilometer dari Jakarta, Jumat (22/07/2011), pukul 05.00 WIB, tim touring Oto Blogger Indonesia (OBI), bro Rio dan bro Benny tiba di Semarang, pukul 21.00 WIB.

Namun, lima personel OBI lainnya, yaitu bro Henry, bro Edo, bro Rial, bro Marlin, dan bro Nadhi, tiba di Semarang Sabtu (23/07/2011) pukul 02.00 WIB. Rombongan terpisah sejak di Brebes karena kemacetan lalu lintas di Brebes. Rombongan kedua juga terhambat karena kehujanan di Alas Roban. (Rio)

Lagi, OBI Istirahat di Ciasem

PADA pukul 08.45 WIB, Jumat (22/07/2011), rombongan OBI istirahat di warung nasi Pondok Soto, Ciasem, tampak dalam gambar bro Benny dan bro Nadhi baru selesai menyantap soto ayam dan soto babat.

Di Ciasem, bro Edo dan bro Henry Bodats, kembali bergabung dengan rombongan besar setelah terpisah di Karawang.

Saat istirahat, bro Soemarlin dan rekan-rekan lain bergurau sambil ngobrol soal #XLNetRally. Rombongan OBI yang terdiri atas tujuh bikers kembali melanjutkan perjalanan.(Rio)