Telkomsel Buka 15 T-Bike Corner

TBike Corner

SETELAH sukses menggaet sejumlah pelanggan korporasi (fleet), PT Telkomsel masuk pasar ritel motor tracker nasional, dengan membuka 15 outlet T-Bike Corner secara serempak di wilayah Jabodetabek, Sabtu, 19 Maret 2016.

T-Bike Corner menyediakan layanan penjualan, pemasangan, dan purnajual T-Bike, motor tracker besutan Telkomsel. 15 T-Bike Corner antara lain berada di Ciledug, Daan Mogot, Tanjung Duren, Kebon Jeruk, Kalimalang. Harga jual T-Bike untuk pelanggan ritel di wilayah Jabodetabek Rp 750 ribu per unit.

“T-Bike Corner akan memberikan layanan penjualan dan purnajual kepada konsumen T-Bike sekaligus memperluas penetrasi produk ini di pasar motor tracker nasional,” ujar Vice President M2M Business Telkomsel Jaka Susanta di Jakarta, Jumat (18/03/2016).

Tahap awal, T-Bike Corner melayani pemasangan T-Bike di sepeda motor Honda model Beat dan CB150R Streetfire dengan sistem plug in tanpa pemotongan kabel. Di luar dua model motor itu, pemasangan T-Bike digunakan dengan memodifikasi kabel.

Rencananya, sistem plug in T-Bike bisa diterapkan di motor Yamaha pada 20 April 2016. Sistem ini juga akan diterapkan di beberapa merek motor lainnya.

Telkomsel menggandeng PT Surya Genta Perkasa (SGP) untuk mendirikan T-Bike Corner. SGP memilih toko aksesoris di Jabodetabek untuk dijadikan T-Bike Corner. Syaratnya, toko aksesoris menempati bangunan sekelas ruko dengan luas minimal 100 meter persegi (m2). T-Bike Corner dilengkapi dengan spanduk, standing banner, poster, dan brosur T-Bike.

Jika penjualan salah satu T-Bike Corner sesuai atau melampaui target, pihak SGP mempercantik tampilan outlet, misalnya, dengan cara mengecat ulang. Selain T-Bike Corner, Telkomsel akan memasarkan T-Bike melalui diler. Pihak SGP telah menjajaki kemitraan dengan 40-60 toko aksesoris untuk dijadikan diler.

Keamanan Berlapis

T-Bike adalah salah satu produk M2M (machine to machine) terbaru Telkomsel, berupa aplikasi yang mampu memonitor, memandu, dan mengendalikan sepeda motor dari ponsel cerdas. T-Bike memiliki dua keunggulan utama, yakni fitur yang lengkap dan cara pemasangan yang mudah dan cepat. Didukung oleh sistem GPS yang canggih, T-Bike juga mampu mendukung operasional dan pengelolaan armada secara real time (tracking & fleet management), efisien, pelaporan detail perjalanan, pembatasan wilayah operasional (geofencing) dan pembatasan kecepatan (speed limit).

Sebagai moda transportasi dengan pengguna paling banyak di Indonesia, sepeda motor menghadapi berbagai masalah, terutama pencurian dan kecelakaan. T-Bike, motor tracker dengan sistem GPS, mencoba mengantisipasi semua strategi pencuri dengan menerapkan sistem berlapis.

T-Bike yang ukurannya sebesar kotak korek api kayu ditanam di motor dan dikendalikan lewat aplikasi telepon pintar. Di dalam device itu, terdapat chip yang terhubung ke satelit untuk kemudian tersambung ke aplikasi yang sudah diunduh ke dalam ponsel sang pesepeda motor.

Aplikasi ini bisa melacak posisi sepeda motor mengingat basis kerjanya serupa dengan GPS. Lalu, dapat merekam jejak perjalanan termasuk berapa kecepatan sepeda motor pada waktu dan lokasi tertentu. Selain itu, dapat diatur area pergerakan sepeda motor sekaligus mengatur batas kecepatan maksimal. Bahkan, faedah yang sangat menonjol adalah mampu mengaktifkan dan menonaktifkan sepeda motor dari ponsel.

Dengan T-Bike, motor yang tengah hidup bisa dimatikan dengan menekan fitur on/off di aplikasi ponsel. Fitur ini dapat menjadi keamanan berlapis sepeda motor. Artinya, jika si maling telah berhasil membuka setang, motor tetap tidak bisa dihidupkan. Jika alat dilepas, motor juga tetap tidak bisa dihidupkan. Ini mengingat sistem pemasangan T-bike sudah sedemikian canggih untuk menangkal aksi seperti itu.

Pencuri juga sulit melumpuhkan sinyal T-Bike. Sebab, tidak ada titik di sepeda motor yang memasok listrik untuk menghidupkan alat pengacak sinyal GPS.Ini berbeda dengan mobil, di mana pasokan listrik bisa berasal dari lobang pemantik (lighter) rokok. Jadi, tinggal colok alat pelacak ke lobang lighter dan GPS mobil bisa dilumpuhkan. Modus seperti ini kerap dilakukan oleh maling mobil. Biasanya, hal ini dilakukan setelah melumpuhkan remote control alarm.(rio)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: