Tbike Sistem Keamanan Berlapis ‘Si Kuda Besi’

Ilustrasi Maling Motor

KEAMANAN dan keselamatan tidak bisa dipisahkan saat bersepeda motor di jalan raya. Ada situasi dan kondisi dimana sepeda motor dan aset lainnya aman tidak hilang, namun pengendaranya cedera lantaran kecelakaan. Begitu juga sebaliknya.

Menurut pegiat keselamatan jalan raya, brother Edo Rusyanto, keamanan diri dan kendaraan menjadi mutlak. Perlindungan keamanan dari ulah kriminal bisa dengan beragam cara. Salah satunya, memanfaatkan perkembangan teknologi. Dalam hal ini termasuk perkembangan teknologi aplikasi dan seluler yang amat dinamis.

“Kehadiran aplikasi Tbike besutan Telkomsel menjadi alternatif. Tbike memadukan device yang dipasang di sepeda motor dengan aplikasi yang disimpan dalam telepon seluler (ponsel). Saat saya coba sejak Desember 2015 hingga kini, aplikasi tersebut terus mengalami peningkatan fitur,” kata brother Edo dalam keterangan tertulisnya.

Device Tbike besarnya seukuran kotak korek api kayu. Di dalam device terdapat chip yang terhubung ke satelit untuk kemudian tersambung ke aplikasi yang sudah diunduh ke dalam ponsel sang pesepeda motor.

Aplikasi ini, kata brother Edo, bisa melacak posisi sepeda motor mengingat basis kerjanya serupa dengan global positioning system (GPS). Lalu, dapat merekam jejak perjalanan termasuk berapa kecepatan sepeda motor pada waktu dan lokasi tertentu. Selain itu, dapat diatur area pergerakan sepeda motor sekaligus mengatur batas kecepatan maksimal. Bahkan, faedah yang sangat menonjol adalah mampu mengaktifkan dan menonaktifkan sepeda motor dari ponsel.

Khusus untuk yang terakhir itu maksudnya adalah ketika sepeda motor dihidupkan, lalu dengan menekan fitur on/off di aplikasi, mesin sepeda motor langsung mati. Begitu juga sebaliknya.

Fitur yang ini dapat menjadi keamanan berlapis sepeda motor. Maklum, fitur ini juga memiliki sistem pemberitahuan ke ponsel jika mesin sepeda motor dikutak-katik. Sang pemilik ketika mendapat pemberitahuan itu dapat serta merta memeriksa kondisi si kuda besi.

Tampilan dari luar sepeda motor tidak bisa dibedakan antara kuda besi yang dilengkapi Tbike dengan yang tidak dipasangi. Sedangkan dari sisi tingkat keruwetan untuk melindungi motor dari pencoleng, kehadiran Tbike menambah jumlah waktu yang dibutuhkan hingga berkali-lipat dibandingkan dengan sepeda motor yang tidak dipasang device tersebut.

Optimistis adanya perlindungan keamanan yang berlapis membuat sang pengendara menjadi lebih tenang saat berkendara maupun memarkir kuda besinya. Terkait situasi berkendara, ketika ketenangan cukup kuat bisa membantu tingkat konsentrasi menjadi lebih tinggi. Artinya, sang pengendara dapat lebih mungkin mengurangi risiko kecelakaan yang dipicu oleh aspek lengah.

“Keamanan dan keselamatan dua hal yang sulit dipisahkan bagi kita pesepeda motor. Kita ingin kendaraan kita aman dan diri kita selamat. Segenap jurus ikhtiar bisa ditempuh untuk merengkuh keduanya. Ikhtiar dan ikhtiar adalah upaya kita selain berdoa demi keselamatan saat berkendara di jalan raya,” tegas brother Edo. (rio)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: