Arogansi Bikers di Batu Tumpang Pamengpeuk

Ilustrasi  Bikers Arogan - IST

Ilustrasi Bikers Arogan - IST

SEORANG mantan anggota Timor-er, Akhmad Masun menuliskan keluh kesahnya soal ulah kelompok bikers yang arogan. Keluhan Akhmad Masun pun disebarluaskan melalui jaringan elektronik di dunia maya. Berikut keluhan Akhmad Masun.

From: Akhmad Masun <amgd_dr@yahoo.com>

Sender: mlancong@yahoogroups.com

Date: Sun, 25 Mar 2012 08:58:24 +0800 (SGT)

To: mlancong@yahoogroups.com<mlancong@yahoogroups.com>, “timor-er@yahoogroups.com” <timor-er@yahoogroups.com>, yamaha_scorpio@yahoogroups.com

Subject: [mlancong] Arogansi Bikers di Batu Tumpang – Pamengpeuk – Garut

Rekan,

Saya ingin sedikit berbagi cerita ya soal konvoi Bikers (pengendara sepeda motor ). Kejadian ini berlangsung pada Sabtu, 24 Maret 2012, jam 12.10 PM di Daerah Batu Tapak, Pamengpeuk-Garut.

Siang itu, saya melintas dari Pamengpeuk – Garut menuju arah Bandung. Lalu lintas sangat sepi ketika saya melintas di sepanjang jalan yang dilewati. Ketika sampai di Batu Tumpang, dari radius sekitar 200 meter terdengar suara sirene meraung-raung. Saya pun tetap melaju dengan kecepatan sekitar 25 km/ph. Sebab, kendati jalannya sepi tetap saja tidak bisa melaju kencang karena jalannya sempit dan berkelak-kelok.

Setelah melewati belokan tajam arah kiri, kurang lebih 50 meter di depan saya terlihat mobil Patwal yang mengawal para bikers di belakangnya. Saya pun meminggirkan mobil sampai posisi ban kiri sudah berada di tanah sekitar 50 cm dan tetap jalan dengan kecepatan sekitar 5 km/ph. Mobil Patwal tetap melaju di samping saya dengan tenang dan sopan.

Namun tiba-tiba saya dikejutkan oleh dua atau tiga bikers yang mengendarai motor Kawasaki Ninja yang tiba-tiba keluar dari barisan dan ambil jalur lebih ke kanan lagi melewati garis tengah pembatas jalan. Dengan sigapnya salah satu diantara mereka memukul kaca mobil spion saya hingga pecah…deeerrr…..

Saya kaget dan marah ketika kejadian itu berlangsung. Kemudian saya turun dari mobil dan memberhentikan salah satu di antara mereka yang mengendarai motor berbeda. “Bapak susul saja ke arah Pamengpeuk. Saya kan ndak tahu apa-apa,” kata bapak tersebut.

“Betul juga kata Bapak ini,” ujar saya dalam hati. Kebetulan dari tempat saya berdiri arah 150 meter ke depan terlihat beberapa rombongan dari mereka yang menggunakan motor berbeda berhenti.

Kemudian, salah satu rombongan yang mengaku dari Pemda Sumedang tersebut mengakui kalau memang mereka satu rombongan dengan orang yang mengendarai Kawasaki Ninja, tetapi dari klub motor berbeda. Rupanya, saat itu ada beberapa rombongan Bikers yang menggunakana motor berbeda tapi jalan bersama. Ketika saya menyampaikan keluhan atas apa yang terjadi dengan saya, ada salah satu orang yang nyeletuk dari belakang, nampaknya mereka tahu siapa identitas orang yang diduga sebagai pemecah kaca spion mobil saya.

Namun lagi-lagi orang yang berbicara dengan saya menawarkan bagaimana kalau menyusul rombongan Bikers tersebut ke Pamengpeuk. “Ah, bagaimana mungkin saya balik dan menyusul mereka ke Pamengpeuk lagi,” ujar saya.

Akhirnya, diambil keputusan dengan orang yang berbicara dengan saya dari Pemda Sumedang (sampai lupa tanya nama dan no hp, karena emosi saat itu ) meminta hp saya. Sebab, nanti akan disampaikan kepada ketua Rombongan saat Bikers tersebut tiba di Pamengpeuk. Dan, saya pun akhirnya melanjutkan perjalanan ke arah Bandung masih tetap dengan hati yang panas.

Saya tidak mempermasalahkan spion. Sebab, Insya Allah masih bisa membeli lagi. Tapi arogansi si bikers ini sungguh mengusik hati saya. Setahu saya tidak ada klub motor yang mengajarkan perbuatan sewenang-wenang  seperti itu terhadap sesama pengguna jalan, saya juga taat membayar pajak dan turut membangun jalan tersebut. Apalagi saat berpapasan pun saya sudah mengalah.

Bagi rekan-rekan yang mengetahui siapa di pengendara Kawasaki Ninja saat kejadian itu berlangsung mohon info kepada saya atau minta menghubungi saya. Saya tidak akan meminta ganti biaya spion. Tapi, saya hanya ingin bertemu dan berbicara dengan dia, menyelesaikan baik-baik permasalahan ini dan bikers itu harus meminta maaf.

Mohon rekan-rekan lain, kalau berada dalam konvoi, tetaplah jaga kesopanan, karena pengendara lain pun mempunyai hak yang sama.

Salam,

AMGD

YM : amgd_dr@yahoo.com

FB : mlancong Indonesia

Twitter : MlancongIndonesia

mailist : mlancong@yahoogroups.com

http://www.mlancong.com

6 Tanggapan

  1. lagi2 ulah celub, beraninya rombongan coba kalo riding sendirian.

  2. Woooouhh….!! Kirain para pengendara ninja itu orang yg terpelajar dan tau tata krama….!?

  3. Biar Tuhan yang bales Bro’…berdo’a saja, karena do’a orang teraniaya akan dikabulkan…Sabar aja, orang bejad kayak gitu gak pantes kita urusi, rugi kita …balesan Tuhan pasti lebih pedih dan lebih bengis…Amin.

    Salam kenal

  4. Sungguh sangat disesalkan tindakan ninja rider tersebut.., bagi teman2 bikers (moge atau moke) jagalah kesopanan saat berkendara, mari kita hormati pengendara lain.

  5. @All= Trims atas atensinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: