Blogger, Hati Nurani, dan Jerat Oligarki

Foto webblogcartoons.com

Foto webblogcartoons.com

 SOSOK Nugroho Adi sudah tak asing lagi dalam dunia blogger. Jurnalis yang sangat peduli lingkungan dan safety riding itu memiliki pendapatnya sendiri soal dunia blogger, passion, hati nurani dan arus liar oligarki yang terus berkembang hingga saat ini. Bagaimana pemikiran Bung Nadhi, panggilan akrab Nugroho Adi, terhadap hal-hal tersebut. Berikut wawancara riowinto.wordpress.com dengan Bung Nadhi, Rabu (22/02/2012).

Sejak kapan Bung Nadhi mulai membuat blog? Dan, apa alasanmya?

Saya membuat blog sejak pertengahan 2007.  Saya membuat blog karena terinspirasi opini dan aktivitas Budi Putra, mantan Content Editor Yahoo Indonesia, yang saat itu masih bekerja di Tempo sebagai penjaga gawang rubrik digital.

Saya juga terinspirasi tulisan-tulisan Wicaksono alias Ndorokakung yang dulu ngeblog dengan nama blog PecasNdahe. Berawal dari situ, saya menjelajah ke lingkaran blog-blog senior dan memberanikan diri membuat blog.

Pada awalnya, saya banyak berdiskusi soal teknis ngeblog dengan Budi Putra. Pilihan mesin blog dan spirit menulis. Kadang soal yang sangat teknis, seperti memilih header, bikin setting blog, dibantu oleh Pujiono, mantan staf bussiness development yang ngeblog di jalansutera.com (bukan jalansutranya Pak Bondan ya? Hehehe)

Pada kemudian hari, ketika Mas Budi Putra dan Pujiono resign dari Tempo, saya banyak bertanya ke Mas Wicak. Dari situ, saya mengenal blog lebih dalam, karakter para blogger, jenis blog, dan dinamika ngeblog.

Pada dasarnya, saya suka mendokumentasikan apa yang menarik minat saya. Bisa dalam bentuk tulisan seperti blog kebanyakan, maupun sekedar foto atau video yang kerap disebut dengan photoblogging dan videoblogging.

Belakangan photoblogging kian populer dengan beberapa situs yang memang untuk photoblogging, seperti posterous.com. Tapi saya lebih suka photoblogging dengan template khusus yang ada di WordPress. Selain di blog alonrider, saya photoblogging di sakufoto.wordpress.com

Dunia photoblogging kian marak dengan hadirnya applikasi pengolah foto instagram yang hadir di perangkat produksi Apple seperti iPhone dan iPad. Melalui situs instagram, para pengguna iPhone dan iPad saling berinteraksi dan membentuk komunitas sendiri. Komunitas ini dianggap bergengsi karena merupakan sekumpulan pengguna produk Apple.

Bagi saya tidak pengaruh. Yang penting bisa motret pake ponsel/tablet dan langsung filtering via applikasi pengolah foto dan upload ke jejaring sosial. Bagi saya ngeblog itu musti dinamis, terbuka terhadap segala kemungkinan multimedia, open minded, dan peka terhadap lingkungan sekitar. Nah, kepekaan ini yang penting bagi seorang blogger.

Sejak menjadi blogger otomotif, Bung Nadhi pertama kali bergabung di komunitas blogger apa saja?

Awalnya sama sekali tidak kepikiran gabung dengan komunitas. Karena acara factory visit ke pabrik AHM di Cikarang. Dan, disana diputuskan oleh rekan Stephen Langitan untuk membentuk komunitas blogger dengan nama KOBOI (Komunitas Blogger Otomotif Indonesia). Saya sih oke-oke saja. Sebab, rasanya asyik juga ngumpul dengan sesama blogger yang baru kenal dan punya kesenangan serupa dalam dunia otomotif.

Seiring waktu, keriangan itu mengusik nurani saya. Kepada siapa saya berpihak? Untuk apa saya diberi kesempatan ngeblog?

Saya setuju dengan postingan Maskur di blognya yang lain, “Yang Kaya Sebaiknya Tidak Usah Dibela”.

Dan segendang sepenarian dengan Kang Jamin yang berucap “Blog kok mirip jualan stiker pabrik”

Selanjutnya, saya bergabung dengan Oto Blogger Indonesia (OBI).

Selama bergabung, bagaimana pendapat Bung Nadhi soal isi dan makna soal tulisan dan pikiran mereka? Apakah selama ini memberikan pencerahan kepada masyarakat luas atau lebih condong kepada kelompok-kelompok tertentu. Sebut saja. ATPM karena blogger otomotif tentu tak lepas dari produsen otomotif

Dunia blog, terutama blogger otomotif sudah jauh berubah. Bisa dikatakan revolusi blog otomotif nyaris 10 tahun terakhir ini. Pada awalnya, blogger yang memang diehard otomotif (terutama motor) menulis karena passion yang kuat terhadap motor.

Bisa disebut ada Mas Tok melalui bebeksableng.blogspot. Tulisannya jernih, tajam, dan lugas. Membacanya, kita seakan dibawa ke alam emosi si penulis. Itu karena dia benar-benar menulis dengan hati (menulis dengan hati, istilah ini dipopulerkan oleh Wicaksono Ndorokakung dalam bukunya Ngeblog dengan Hati yang terbit pada Mei 2009).

*Soal ungkapan Ngeblog dengan Hati, saya kadang geli dan prihatin, dengan (mungkin) blogger baru atau komentator yang latah dengan ungkapan itu tanpa tahu makna dan siapa pembuatnya. Ini juga menjadi kelemahan blogger baru, bahwa mereka harus menambah wawasan dan pergaulan.

Kemudian ada Bro Ilham Kafemotor yang diikuti Juragan Triatmono. Saat itu spiritnya masih sama: enthusias biker goes to blog.

Di dunia, pada akhir 2008, media sosial mulai dianggap sebagai kanal baru informasi. Getarannya tentu saja sampai ke Indonesia. Pengguna Facebook dan Twitter di Indonesia, masing-masing, lebih dari lima juta orang. Itulah yang menjadikan Indonesia menjadi pengguna Facebook dan Twitter nomer satu di Asia.

Sementara itu, pengguna blog dengan mesin WordPress, Indonesia menempati urutan ke empat, setelah Inggris, Spanyol, dan Portugis. Jumlah pengguna WordPress di Tanah Air, kini lebih dari 2,2 juta orang.

Itulah kenapa Indonesia menjadi salah satu penyelenggara Wordcamp – ajang interaksi pengguna WordPress di Indonesia – yang hingga saat ini telah dua kali digelar. Bahkan, Matt Mullenweg, pendiri WordPress pun sampai harus datang ke Indonesia untuk bertemu dan sharing dengan para penggunanya pada awal 2009.

Revolusi media memang terjadi di seluruh dunia. Informasi tak lagi menjadi milik media mainstream. Begitu pula kaum industriawan yang sadar bangkitnya media baru bernama blog dan turunannya itu.

Maka, seperti yang kita lihat seperti saat ini. Blog dan social media riuh dengan pertarungan para pemilik merek untuk menyisir ke pasar melalui beragam aktifitas. Terutama merangkul komunitas-komunitas untuk bersinergi. Ini wajar.

Bagaimana seharusnya sikap seorang blogger otomotif dalam menyikapi hal tersebut? Apakah harus terlena dengan buaian bujuk rayu ATPM? Nah, khusus bagi blogger baru yang terkadang ‘salah asuhan’ lebih mementingkan kebijakan ATPM

Yang tidak wajar, ketika seorang blogger sadar dan tidak sadar dimanipulasi sedemikian rupa oleh kaum industri atas nama passion.

Disinilah pentingnya kesadaran dari seorang blogger. Nawaitu sebagai blogger itu apa? Niat bisa saja bergeser. Dari yang awalnya benar-benar passion dikemudian hari ‘terjerumus’ dalam passion industri.

Tidak ada yang keliru memang. Karena ini menyangkut soal pilihan. Siapa yang menentukan? Publik. Dalam hal ini biasa disebut dengan komentator.

Tapi tunggu dulu, di ranah online, publik itu bisa dibentuk, dimainkan, dan dibuat. Apalagi sekarang lagi marak dengan yang namanya akun pseudonim, malah jual beli akun twitter. Ini seakan membuktikan, bahwa memang kuat ada indikasi komentator bayaran. Tujuannya? Bisa jadi menggalang opini.

Beberapa hari lalu, saya bertemu dan ngobrol dengan Goenawan Mohamad, budayawan, pendiri komunitas Salihara, di Pasar Minggu. Dia mengaku prihatin dengan revolusi media online yang berlomba dalam kecepatan tapi terkadang melupakan akurasi dan data.

Memang, ralat bisa menyusul kemudian, kata GM. Tapi, kredibilitas  media dan konten yang diproduksi akan berkurang. Apalagi jika media itu ikut arus oligarki: politik, kekuasaan, dan kapitalisme. Saya melihat, itu juga terjadi di jagad blogger: terjerat oligarki.

Faktor apa yang membuat para blogger menjadi seperti itu?

Godaan untuk cepat kondang, rayuan kaum industri, dan kurang wawasan. Itulah kenapa yang membuat blog-blog otomotif saat ini tak ubahnya perpanjangan tangan industri otomotif. Isu, tema, dan konten pun beririsan dan mirip satu sama lain. Boleh saya bilang, blog otomotif mengalami kejenuhan masif.

Bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi hal itu dan memberikan pencerahan kepada masyarakat luas, bahwa blog itu dibuat bukan melulu untuk kepentingan ATPM, melainkan memberikan pencerahan kepada masyarakat luas

Foto Kentbaby.co.uk

Foto Kentbaby.co.uk

Melawan buku dengan buku. Artinya, opini dibalas dengan opini. Menyeimbangkan aksi antara online dan share nyata ke masyarakat dalam beragam bentuk. Seringkali blogger terbuai oleh tulisannya sendiri, oleh konsep-konsep yang ditulisnya demikian heboh di blog, laporan-laporan yang mengundang syahwat konsumsi.

Blogger harus berjejaring, tidak hanya dengan kelompoknya saja, tapi juga dengan komunitas lain yang seide. Maksudnya, ide untuk sharing ilmu dan pengetahuan kepada publik. Ini agar seorang blogger tidak seperti katak dalam tempurung. (rio)

27 Tanggapan

  1. dalem banget..

    *kena tampol

  2. aku pignin seperti dirimu….. wakakakakk….

    Like this..

  3. keren Gan, lekdhis lah
    —d——–dddddd–
    cuma heran aja apa wawancaranya sambil kerokan ya kemaren😀 fenomena apa ini Igfar Mionitor

  4. Namaku dicatut

  5. @OBI Wan…trims atas atensinya..

  6. […] Memang semua itu pilihan, dan keputusan mutlak berada pada diri kita masing masing. Tapi alangkah baiknya jikalau kita juga lebih membuka mata dan wawasan akan hal lain dalam perbloggeran otomotif. Mungkin untuk lebih jelasnya silahkan langsung ke Blognya bung Rio disini. […]

  7. ——————————————
    “Tapi tunggu dulu, di ranah online, publik itu bisa dibentuk, dimainkan, dan dibuat. Apalagi sekarang lagi marak dengan yang namanya akun pseudonim, malah jual beli akun twitter. Ini seakan membuktikan, bahwa memang kuat ada indikasi komentator bayaran. Tujuannya? Bisa jadi menggalang opini.”

    Gaharrrrrr………..

  8. @All…Siaaaappsssss

  9. mantabs.. bener2 pencerahan..

  10. fenomena blogger ternak….jadi inget kasus ayumi dulu……

  11. Nadi habis minum susu segar 5 liter….

  12. Mantap……….

  13. pencerdasan BLOGGER… tp emang banyak kok blogger yg bertujuan duit.. mo pk hati /gak sing penting metu dolare.. yo ga MASTERKLIK?

  14. Mantab, Gan.. :-bd

  15. pencerahan blogger

  16. setuju banget…
    komentator yg ada juga fiktif jati dirinya.
    bisa jadi ketika komentator membela satu pabrikan dengan membabi buta, padahal tujuannya agar pabrikan yg dibela dapat hujatan…
    dan itu kita gak tahu apa yg ada di hatinya…
    jadi point yang paling penting adalah keihlasan dalam menulis…
    (blogger maupun komentator)-nya

  17. like this…
    memang terbukti…
    dulu komentator…
    berubah jd fanboy…
    berubah jadi blogger…
    bikin komunitas…
    bikin artikel…isinya podowae….cuma ngejar hit…

    salam ngabretttt…

  18. Biasa saja, tidak politisi tidak juga blogger…popularitas dan materi bisa merubah motivasi serta nurani…! yang penting, sesama blogger yg rukun ya…jangan saling tuduh dan merasa paling benar. punten ah…!

  19. ini INDONESIA… “Gak Ribut Gak Hidup”😀

  20. senang melihat postingan seperti ini:mrgreen:

  21. yang penting tetap amanah, menyampaikan informasi apa adanya dan bermanfaat buat publik, jangan mau disetir pihak lain.

  22. Untung jawabannya gak mbulet ae:mrgreen:

  23. Artikel Pencerdasan Otomatif…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: