Ulah Brutal Afriyani Sang Jagal

AFRIYANI Susanti masih menjadi topik hangat. Kelakuan brutal wanita bertubuh tambun tersebut membuat belasan ribu orang geram dan gusar. Buktinya, hingga pukul 13.50 WIB, Rabu (25/01/2012), sudah 12.971 orang bergabung dalam ‘Gerakan Menuntut Afriyani Susanti Dihukum Mati’ dalam laman jejaring sosial Facebook. Berbagai komentar emosional pun bermunculan. Bahkan, kata-kata sumpah serapah mengutuk tindakan Afriyani, sang begundal.

Tak hanya itu, admin mengunggah foto status salah satu korban yang ditabrak oleh Afriyani, yakni Ujay. Status terakhir Ujay yaitu perminta maaf dirinya terhadap semua orang yang dia kenal.

‘Gerakan Menuntut Afriyani Susanti Dihukum Mati’ juga menuliskan bahwa sebagai manusia normal memang sulit untuk menerima sebuah kejadian tragis apalagi setelah ulah pelaku yang arogan. Pihak admin turut menyarankan kita sejenak melepaskan semua amarah membersihkan hati untuk mendoakan ketenangan bagi para korban yang meninggal, mendoakan kesembuhan bagi korban yang terluka, dan mendoakan kesabaran dan ketabahan bagi keluarga korban.

Pihak admin pun berkeinginan besar mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan rasa bela sungkawa. Namun, pihak admin meminta maaf karena berbagai keterbatasan tidak bisa melakukan hal itu.

“Namun jika ada rekan-rekan di halaman ini yang memiliki akses untuk mengunjungi keluarga korban dan berniat mengajak rekan-rekan yg lain, admin sangat siap untuk membantu mengkoordinasikannya di halaman ini,” demikian tertulis dalam Facebook ‘Gerakan Menuntut Afriyani Susanti Dihukum Mati’.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan jika ada masyarakat yang membuat gerakan itu merupakan suatu fenomena yang wajar. Itu merupakan bentuk reaksi masyarakat terhadap peristiwa yang terjadi.

“Saya rasa wajar, bukan berarti menyudutkan penegakan hukum tetapi hanya bentuk solidaritas saja. Saya yakin pasti mereka yang mendukung itu mengerti hukum,” ujar Rikwanto seperti dilansir vivanews.com, Rabu (25/01/2012).

Namun, lanjut Rikwanto, pihak yang berhak untuk menentukan suatu keputusan hukum adalah majelis hakim. “Kita punya sistem pengadilan, pasti majelis hakim sudah menimbang rasa keadilan tersebut,” kata dia.

Sembilan orang yang menjadi korban jiwa akibat tindakan Afriyani Sang Jagal adalah  Muhammad Hudzaifah alias Ujai (16 tahun), Firmansyah (21 tahun), Suyatmi (51 tahun), Pipit Alfia Fitriasih (18 tahun), Ari (17 tahun), Yusuf Sigit (2,5 tahun), Nani Riyanti (25 tahun), Wawan (17 tahun) dan Muhammad Akbar (22 tahun)

Sementara itu, empat orang yang masih dirawat di RSPAD Gatot Subroto adalah, Kenny (9 tahun), Indra (11 tahun) dan Siti Komariyah (30 tahun).

Afriyani, 29 tahun, ditetapkan sebagai tersangka. Dia terbukti berkendara di bawah pengaruh nakoba, tanpa  membawa STNK, tak memiliki SIM, merusak fasilitas umum dan menghilangkan nyawa orang.

Afriyani Susanti

Afriyani Susanti

Dengan jeratan pasal berlapis terkait Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, dia terancam hukuman enam tahun penjara dan denda Rp 12 juta. (rio)

 

 

2 Tanggapan

  1. wowwww orang paling sadisss

  2. 9 orang tewas cuma dihukum 15 tahun penjara, keadilan macam apa ini?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: