Problematika Kereta Api di Tanah Air

ISU transportasi massal, terutama kereta api (KA), semakin hangat dibicarakan. Berdasarkan isu yang beredar di jaringan elektronik KRL Mania, Jumat (02/12/2011), sejumlah agenda menjadi pembahasan penting.

Pada Jumat (02/12/2011), hari kedua uji coba loop line (jalur lingkar) KRL Jabodetabek, hampir terjadi lagi kasus yang menimpa almarhum Erham, penumpang yang jatuh dari KRL akibat terburu-buru berjalan di stasiun Depok Baru, satu pekan lalu, Jumat (25/11/2011). Saat itu, Erham meninggal dunia akibat terjepit antara peron dan KRL. Entah berapa jumlah nilai asuransi dari KAI/KCJ yang dapat diklaim untuk kehilangan nyawa yang sedemikian berharga.

Berdasarkan informasi dari jaringan elektronik KRL Mania, Jumat (02/12/2011) pagi, di stasiun Sudirman, Lili bersama penumpang lain keluar dari KRL feeder, jalur Tanah Abang-Manggarai. Namun, sebagian anggota tubuh Lili tergencet pintu KRL yang terlalu terburu-buru menutup. Diprediksi kejadian itu berlangsung 10 detik dan KA pun mulai berjalan. Sontak, penumpang di luar dan dalam menggedor-gedor KRL. Saat itu, tidak tampak ada petugas di peron yang bisa memastikan KRL berangkat dalam kondisi aman.

Bukan itu saja masalah yang terjadi di kereta api. Kamis (01/12/2011) malam, sekitar pukul 18.30 WIB, penumpang di stasiun Jatinegara kecewa gara-gara jadwal menuju Bekasi yang tidak jelas. Mereka pun langsung mencegat KRL yang baru datang dan akan kembali ke Kota-Tanah Abang-Bogor. Mereka sudah menunggu lebih dari satu jam. Jadwal KRL Commuter Line jalur Bekasi berkurang banyak, dari 49 menjadi 37. Sebab, jalur Bekasi-Tanah Abang yang penuh penumpang, kini dihilangkan.

Kejadian tersebut bisa diminimalisir, apabila pengambil keputusan di KAI/KCJ mau turun ke bawah, menggunakan KRL untuk keperluan sehari-hari, dan menyusun jadwal sesuai kebutuhan pengguna.

Setia dengan KA

Buktinya saja, pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjojanto tetap menggunakan KRL sebagai sarana transportasi. KRL Mania sangat mengapresiasi Bambang Widjojanto yang tetap menjalani kehidupan seperti biasa, menggunakan KRL untuk keperluan sehari-hari. Sebaliknya, KRL Mania mempertanyakan sejauh mana Direksi KAI/KCJ menggunakan KRL dalam kehidupan sehari-hari.

Ini adalah masalah utama di KAI/KCJ. Wajar saja. Ketika pengambil keputusan memutuskan sesuatu dari balik meja dan tidak menyelami bagaimana produk perusahaannya berjalan, sehingga jadwal dan operasional KRL tidak berdasarkan kebutuhan pengguna.

Contoh masalah lain, sudah terjadi gangguan arus pendek di Manggarai dan sinyal di Universitas Indonesia. Pada Kamis (01/12/2011) malam, terjadi gangguan sistem persinyalan di lintas UI jalur Bogor/Depok. Hampir semua perjalanan terkena imbas dari masalah ini. Sebab, jalur Bogor/Depok-Tanah Abang-Jatinegara adalah tulang punggung loop line. Ketika ada gangguan di sebuah tempat, hal itu akan berpengaruh ke semua. Selain itu, ada insiden di stasiun Manggarai, Jumat (02/12/2011) pagi ini, ketika KRL jalur Depok-Kota mengalami arus pendek dan mengakibatkan terbakarnya instrumen listrik di Kereta Khusus Wanita, sekitar pukul 06.40 pagi ini. Pemeliharaan KRL yang masih setengah-setengah mengakibatkan berbagai gangguan terjadi hampir setiap hari. (rio)

Rekomendasi KRL Mania

1. Perbaiki jadwal untuk semua jalur. Pastikan jumlah KRL cukup tersedia pada jam sibuk.

2. Perbanyak KRL Depok/Bogor ke Tanah Abang dan KRL feeder untuk mulai Duri (melayani Tangerang), Tanah Abang (melayani Serpong), Manggarai (melayani Bekasi dan Bogor/Depok).

3. Tidak ada toleransi untuk keterlambatan. Toleransi akan berakibat pada kekacauan jadwal di semua jalur.

4. Perbaiki SOP keamanan KRL ketika datang dan berangkat. Efektifkan petugas untuk memberikan clearence kepada masinis untuk datang dan pergi.

5. Semua pimpinan KAI/KCJ sudah selayaknya menggunakan KRL untuk keperluan sehari-harinya. Dengan demikian pengambilan keputusan akan mengutamakan kepuasan pengguna.

Iklan

4 Tanggapan

  1. susah kalo masih membebankan keuntungan berlipat pada layanan publik… Hancurkannnn

  2. Dear Mas,

    Mohon ijin untuk menggunakan sebagian foto-foto dalam tulisan ini sebagai bahan buku.

    Sri Atmaja

  3. hadeeeh kalau liat foto yg seperti diatas inih tuh mengerikan yaah,,
    sampe naik diatas gitu,, apa dy ngga mikirin bahayanya klo naik diatas gitu -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: