Sikap Tak Adil Terhadap Transportasi Kereta Api

TRANSPORTASI kereta api yang memiliki berbagai keunggulan dibandingkan transportasi lainnya mendapat perlakuan tak adil  dari pemegang kebijakan di negeri ini. Kereta api merupakan salah satu angkutan transportasi umum yang ramah lingkungan dan berdaya angkut missal. Dan, seharusnya dengan berbagai keunggulan tersebut bisa lebih dikembangkan sehingga bisa memberikan nilai manfaat dan  kontribusi yang maksimal bagi rakyat Indonesia.

Namun faktanya, transportasi kereta api menggalami diskriminasi yang dirasa sangat tidak adil dan tidak mendukung bagi pengembangan transportasi kereta api di masa mendatang. Karena itu, menurut Ketua Umum SPKA DPP Pusat, Sri Nugroho, Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) mendesak kepada pihak- pihak pemegang kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan yang bisa menganggu kelangsungan hidup perusahaan PT KAI pada khususnya dan perkereta-apianIndonesiapada umumnya.

SPKA bertekad berjuang habis-habisan agar semua kebijakan berjalan dengan benar. Untuk itu, SPKA terus melakukan pendekatan kepada pihak-pihak yang mempunyai otoritas atas kebijakan yang telah membuat transportasi kereta api menggalami perlakuan tidak adil.

Pekerja PT.Kereta Api Indonesia melakukan pengelasan rel pengganti di sepanjang jalur kereta Manggarai-Tanah Abang di kawasan Manggarai, Jakarta, Kamis (10/6). Perawatan rutin dengan mengganti rel yang cacat tersebut bertujuan untuk mengurangi resiko kecelakaan kereta api - VIVAnews/Tri Saputro

Pekerja PT.Kereta Api Indonesia melakukan pengelasan rel pengganti di sepanjang jalur kereta Manggarai-Tanah Abang di kawasan Manggarai, Jakarta, Kamis (10/6). Perawatan rutin dengan mengganti rel yang cacat tersebut bertujuan untuk mengurangi resiko kecelakaan kereta api - VIVAnews/Tri Saputro

Bila pendekatan persuasif yang dilakukan perwakilan SPKA menemui jalan buntu, SPKA akan mengajak para anggotanya yang berjumlah kurang lebih 29.000 anggota untuk melakukan mogok kerja selama 3 jam (05.00 s/d 08.00 WIB), 6 Desember 2011 di KA- KA dalam kota (KA Commuter) Se-Jawa Sumatera.

SPKA berharap, pihak-pihak yang mempunyai otoritas tersebut, seperti kementerian ESDM yang telah mengeluarkan kebijakan pemberlakuan BBM industri pada KA,  untuk mencabut kebijakan tersebut dan meminta untuk memberlakukan BBM  Subsidi pada angkutan KA sebagaimana Perpres No 9 Tahun 2006. Hal itu dimaksudkan agar transportasi KA bisa bersaing sehat dengan angkutan darat, seperti truk dan angkutan umum lainnya yang dengan leluasanya bisa menikmati BBM Subsidi. (rio)

Kebijakan Tidak Adil Terhadap KA:

1. BBM industri yang dibebankan kepada KA barang sehingga menambah beban

perusahaan sekitar Rp 360 miliar per tahun

2. PPN yang dibebankan kepada KA barang sebesar ± Rp 100 miliar

3. Pemanfaatan lahan (RoW) yang tidak bisa menjadi pendapatan dari PT.KAI karena adanya hambatan dari Dirjen KA terkait tentang pengaturan wewenang yang belum jelas. Nilai pendapatan dari sektor tersebut diperkirakan ± Rp 576 miliar.

4. Konsekwensi dengan adanya IMO yang sampai saat ini belum ada kontribusi nyata dari pemerintah dengan nilai biaya yang menjadi beban PT.KAI per tahun lebih dari Rp 1 triliun.

5. Pembayaran PSO di bawah nilai yang PT.KAI perhitungkan, sehingga membuat PT.KAI harus menutupi kekurangan dengan nilai lebih dari Rp 200 miliar

4 Tanggapan

  1. astaga, klo tidak adil, namanya mah bukan kebijakan atuh pak

  2. kalau mau jalanan lancar satu-satunya jalan adalah revitalisasi kereta

    https://sabdho.wordpress.com/2011/10/27/moda-transportasi-massal-seperti-ini-apa-bedanya-dengan-jaman-jepang/

    keep brotherhood,

    salam,

  3. Mudah2an kereta api di indonesia mendapat realisasi karena kereta api sebagai angkutan masal

  4. waww

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: