2011, Simoncelli Tujuh Kali Kecelakaan

Simoncelli saat tiba di Sepang - Foto AP

Simoncelli saat tiba di Sepang - Foto AP

KECELAKAAN maut yang merenggut nyawa Marco Simoncelli masih menyisakan trauma mendalam buat sang manajer, Carlo Pernat. Mentor Super Sic, julukan Simoncelli, di San Carlo Gresini Honda ini mengaku sedih karena cita-cita mereka belum tercapai.

Super Sic menghembuskan nafas terakhir di Sirkuit Sepang di sela MotoGPMalaysia, Minggu (23/10/2011). Pembalap yang identik dengan rambut keritingnya kehilangan kendali pada ban depan, saat mencoba melahap tikungan 11 pada lap kedua.

Saat terjatuh dari motor, tubuh Simoncelli dihantam motor Colin Edwards (Monster Yamaha Tech 3) dan Valentino Rossi (Ducati Team) yang sedang bertarung tepat di belakangnya. Alhasil, pembalap 24 tahun ini mengalami cedera serius di bagian dada, leher dan kepala karena helmnya sempat terlepas saat kecelakaan. Pembalap dengan nomor motor 58 ini pun menghembuskan nafas terakhir pada pukul 16.56 sore waktu setempat, setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan di ruang Unit Gawat Darurat Sirkuit Sepang.

Insiden Simoncelli di Sepang

Insiden Simoncelli di Sepang

Ini adalah insiden tragis kedua setelah tewasnya Daijiro Kato pada 2003. Kabar duka ini pun membuat seluruh dunia berkabung. Pihak San Carlo Honda Gresini beserta keluarga Simoncelli menjadi pihak yang paling terpukul dengan kejadian ini. Rossella, ibu Simoncelli hanya bisa menangis. Dan, ayah Simoncelli mencoba tegar dan menenangkan istrinya.

Di kubu Gresini, Pernat yang sangat dekat dengan Simoncelli mengaku masih tidak percaya dengan kejadian tersebut. Dengan pandangan yang menerawang, Pernat pun membagi kenangan dan impian mereka selama dua musim bekerja sama dengan pembalap yang dikenal memilikigayamembalap agresif ini.

“Marco merupakan remaja yang periang, murah senyum. Dia adalah tipe orang yang disukai semua temannya,” tutur Pernat seperti dilansir  Yahoosports, Senin (24/10/2011).

Sejak dipromosikan ke pentas MotoGP pada musim 2010, Simoncelli memang dikenal sebagai pembalap yang berani mengambil risiko di lintasan sampai terjatuh berkali-kali. Super Sic julukan Simoncelli bahkan dijagokan bakal menjadi titisan pemegang tujuh gelar juara dunia MotoGP, Valentino Rossi. Sepanjang musim 2011, Simoncelli setidaknya mengalami tujuh kecelakaan. Bahkan, beberapa di antaranya menyebabkan dia gagal menyentuh garis finis. (rio)

Daftar Kecelakaan Simoncelli 2011

1. MotoGP Spanyol, 3 April

Pada balapan Seri II musim ini, Simoncelli gagal finis lantaran terjatuh saat sedang memimpin balapan di trek basah Sirkuit Jerez. Tak hanya Simoncelli, tujuh pembalap lainnya juga tergelincir, termasuk insiden yang melibatkan Valentino Rossi dan Casey Stoner.

Ibu Simoncelli, menangis setelah mengetahui putranya meninggal dunia -Foto  AP

Ibu Simoncelli, menangis setelah mengetahui putranya meninggal dunia -Foto AP

2. MotoGP Portugal, 1 Mei

Simoncelli terjatuh di Sirkuit Estoril saat memasuki tikungan keempat di lap pertama. Kala itu, ia mengakui salah perhitungan dengan kondisi ban yang suhunya dinilai masih terlalu rendah. Simoncelli jatuh karena menambah kecepatan saat motornya cenderung miring ke kiri. Dia pun tidak dapat menuntaskan balapan.

3. MotoGP Prancis, 15 Mei

Insiden di Sirkuit Le Mans kali ini melibatkan pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Tercatat saat balapan menyisakan 10 lap, Simoncelli berusaha menyalip Pedrosa demi merebut posisi terdepan. Namun, upaya Super Sic berujung pada kecelakaan, hingga menyebabkan Pedrosa cedera bahu cukup parah. Kala itu, Pedrosa tampak sangat geram lantaran gagal menyelesaikan balapan. Sementara itu, Simoncelli bisa melanjutkan balapan dan finis di urutan kelima. Pedrosa bahkan enggan menyambut jabatan tangan Simoncelli, saat keduanya kembali bertemu jelang MotoGP Italia.

4.MotoGP Inggris, 12 Juni

Di seri keenam ini, balapan kembali berlangsung di atas trek basah Sirkuit Silverstone. Simoncelli tak mampu menghindari selip ban. Padahal kala itu, dia sedang meilntas di trek lurus, sesaat sebelum menikung. Untuk kali ketiga di musim 2011, Simoncelli gagal menyelesaikan balapan.

5. MotoGP Belanda, 25 Juni

Ayah Marco Simoncelli sedang ditenangkan - Foto AFP

Ayah Marco Simoncelli sedang ditenangkan - Foto AFP


Jika sebelumnya melibatkan Pedrosa di MotoGP Prancis, kali ini insiden jatuhnya Simoncelli menyeret pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo. Insiden di Sirkuit Assen tersebut terjadi di tikungan, saat balapan baru berlangsung satu lap. Meskipun terjatuh, keduanya masih bisa melanjutkan balapan, saat Lorenzo finis di urutan keenam dan Simoncelli di peringkat sembilan.

6. MotoGP Amerika Serikat, 25 Juli

Kecelakaan tunggal dialami Simoncelli pada Seri X musim 2011. Super Sic gagal melanjutkan balapan setelah jatuh di lap ketujuh saat sedang berada di posisilima. Ini merupakan kali keempat Simoncelli batal menyentuh garis finis.

7. MotoGP Malaysia, 23 Oktober

Setelah deretan insiden di atas, Simoncelli mengalami kecelakaan tragis yang merenggut nyawanya. Saat balapan di Sirkuit Sepang baru memasuki lap kedua, Simoncelli terjatuh di tikungan 11. Benturan hebat dengan dua pembalap di belakangnya, Colin Edwards dan Valentino Rossi, tak mampu dihindari. Sempat terkapar di lintasan, dengan keadaan tanpa helm, nyawa Super Sic tak tertolong. Simoncelli menghembuskan napas terakhir di usia sangat muda, tepatnya 24 tahun 9 bulan 3 hari. Sepanjang dua musim berkiprah di MotoGP, juara dunia kelas 250cc pada 2008 ini belum sekalipun mencicipi manisnya mengangkat trofi di atas podium tertinggi.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: