Penting, Berpikir Kritis

Foto: bennythegreat.wordpress.com

ADA yang menarik dari naskah yang ditulis oleh Mas Rudi Triatmono (Juragan ROndO) dengan judul ‘Nggak sejalan dengan pabrikan,… wartawan pun di-banneeed …!!!’, Rabu (12/10/2011). Berikut cuplikan dua alinea pertama tulisan tersebut.

Well,… mungkin sudah bukan rahasia lagi… bahwa jika ada berita / artikel yang merugikan pabrikan walaupun berdasarkan fakta… siap-siap deeegh wartawan nya di banneeed …!!!  Ogh yaaa… wartawan disini sebagaimana definisi UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers adalah orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik …!!! Juragan ROndO sempat berbincang-bincang dengan wartawan media cetak… yang mengalami banneeed dari suatu pabrikan …!!! Ia dan tempat nya bekerja sering kali tidak diundang dalam event yang diadakan oleh suatu pabrikan ….!!!

Siapa wartawannya, dari media apa… Juragan ROndO nggak bisa cerita… toogh ada hak tolak sebagaimana tercantum pada UU No. 40 tahun 1999, yaitu hak untuk menolak mengungkap nama atau identitas lainnya dari sumber berita yang harus dirahasiakan …!!! Penyebab ia mengalami banned adalah ketika ia mengungkapkan fakta dari komparasi yang dia lakukan… hasilnya merugikan pihak pabrikan… dan sejak itu …. pihak pabrikan pun membanned dirinya …!!! Ketika media lain diundang… dirinya terpaksa ‘ngaploooo’… nggak bisa meliput event yang diadakan oleh pabrikan …!!! Padahal cara-cara banned seperti ini bertentangan dengan UU No. 40 tahun 1999 pasal 4 ayat 3…. !!!

Dalam hal ini, Mas Tri berusaha bersikap kritis dalam melihat sebuah fenomena yang ada. Dan, Mas Tri berusaha menuangkannya dalam sebuah tulisan. Sikap kritis Mas Tri ini termasuk bagian dalam sebuah aksi kontrol sosial. Sikap kritis artinya seseorang dituntut menjadi seseorang dengan tipe extraordinary yang selalu memiliki idealisme, kepekaan dan kepedulian sosial, serta keberanian menyatakan kebenaran terhadap penerapan suatu ketentuan peraturan perundang-undangan. Jalannya roda penerapan peraturan perundang-undangan merupakan salah satu bagian dari ruang kontribusi masyarakat kritis. Misalnya, menyaksikan fakta pemerintahan yang belum sepenuhnya berjalan baik dan berpihak pada kemaslahatan masyarakat, masyarakat perlu bertanggung jawab melakukan kontrol lewat sikap kritis-konstruktif.

Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang sangat esensial untuk kehidupan, pekerjaan, dan berfungsi efektif dalam semua aspek kehidupan lainnya. Berpikir kritis telah lama menjadi tujuan pokok dalam pendidikan sejak 1942. Penelitian dan berbagai pendapat tentang hal itu, telah menjadi topik pembicaraan dalam sepuluh tahun terakhir ini (Patrick, 2000:1). Definisi berpikir kritis banyak dikemukakan para ahli.

Menurut Halpen (1996), berpikir kritis adalah memberdayakan keterampilan atau strategi kognitif dalam menentukan tujuan. Proses tersebut dilalui setelah menentukan tujuan, mempertimbangkan, dan mengacu langsung kepada sasaran-merupakan bentuk berpikir yang perlu dikembangkan dalam rangka memecahkan masalah, merumuskan kesimpulan, mengumpulkan berbagai kemungkinan, dan membuat keputusan ketika menggunakan semua keterampilan tersebut secara efektif dalam konteks dan tipe yang tepat. (rio)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: