Gigih, Perjuangan Puspita

Puspita Mustika Adya - Foto IST

Puspita Mustika Adya - Foto IST

SUNGGUH gigih perjuangan Puspita Mustika Adya. Tiga tahun lalu, mantan pembalap sepeda nasional itu mengalami musibah. Awalnya, pada 23 Juli 2008, saat mengendarai sepeda motor di di Jalan Raya Tutong, Brunei Darussalam, Puspita ditabrak sebuah mobil sehingga tubuhnya terpental ke belakang mobil. Saat itu, Puspita sedang melatih empat pembalap nasional Brunei Darussalam.

Akibat kecelakaan lalu lintas itu, pria berusia 45 tahun itu menderita pendarahan otak hebat hingga harus empat kali dioperasi, 21 hari menderita koma, tiga bulan amnesia, sekian bulan lumpuh, dan harus terus menyimpan pompa di dalam tengkorak yang dihubungkan dengan selang serta tabung di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya ”hydrocephalus”?

21 hari kemudian setelah sadar dari koma di sebuah RS di Brunei, kakinya tidak bisa bergerak. Begitu banyak hal yang dia lupa. “Semua kejadian saya lupa. Saya hanya merasa seperti tidur. Dan, saat terbangun saya sudah dirawat di RumahSakit RIPAS,Brunei. Seluruh bagian tubuh sulit digerakkan,” ujar Puspita saat berjumpa di Kantin KONI, Senayan,Jakarta, Senin (03/11/2011).

“Istri dan anak-anak saya tidak bisa menemani. Kalau kangen mereka, saya telpon. Namun, saya tidak dapat bicara. Saya hanya menangis terisak-isak saja. Saya berpikir kenapa semua ini terjadi. Sejak usia 12 tahun saya sudah ikut balap sepeda. Tapi,  saat itu saya lumpuh tak berdaya. Apakah bisa kembali normal?,” ujar Puspita.

Puspita saat terbaring koma di RS RIPAS, Brunei. Foto brunet.bn

Puspita saat terbaring koma di RS RIPAS, Brunei. Foto brunet.bn

Kendati kondisi fisik tak sehat, Puspita tidak menyerah. Dia terus berlatih fisik dan dibantu operasi bedah kepala. “Operasi pembedahan di kepala dilakukan dokter di Brunei selama dua kali, satu kali di Singapura dan yang terakhir di Rumah Sakit Siloam Hospital, Karawaci-Tangerang untuk menyempurnakan aliran pembuluh darah ke otak dengan menambah selang buatan di dalam kepala. Tujuannya agar suplai darah mencukupi sehingga dapat berpikir dan mengingat semua yang saya lakukan,” ujar dia.

Menurut Psikolog Olahraga Joe Rumeser, ada dua ciri mental juara. Pertama, jika performa jatuh, mampu mendongkrak kembali (bounce back). Kedua, mampu mendisiplinkan diri untuk berlatih dan tak kenal lelah. Puspita pun berhasil bounce back dan berlatih tak kenal lelah pasca kecelakaan 2008. Sikap dan tindakan Puspita tersebut membuktikan dia benar-benar memiliki mental juara.

Pembalap kelahiran Malang, 28 April 1966 itu, pada masa kejayaannya merupakan sprinter yang tak hanya merajai velodrom di berbagai ajang nasional, tapi juga menjadi juara di ajang tingkat Asia Tenggara dan Asia.

Puspita pernah meraih medali emas SEAGames di Manila 1998 untuk nomor sprint 200 meter dan 1.000 meter individual time trial (ITT). Pada 1989, dia mencetak rekor baru SEA Games 1.000 meter ITT di Kuala Lumpur,Malaysia. Terakhir di Manila, dia meraih emas nomor 4.800 massed start di SEA Games Manila.

Sebagai pelatih, dia telah meraih sertifikat IOC Cycling Course 1993, 1997, dan 2003 dengan gelar The Best Indonesia Coach.  Karena itu, dia pernah mendapatkan kepercayaan menjadi pelatih tim nasional Indonesia.

“Dengan kondisi saat ini, saya bersyukur. Sejak pulih, saya mulai merintis usaha jual beli sepeda rakitan dan kostum pembalap sepeda. Dan, saya juga masih melatih sejumlah pembalap Tanah Air,” ujar pria yang berdomisili di Pamulang itu. Sukses selalu Bung Puspita! (rio)

4 Tanggapan

  1. Mbah sudah cerita langsung dari Puspita tapi setelah membaca ini…..bukan terharu tapi kagum dgn ketahanan fisiknya…….”itulah mental juara”…….selamat menempuh kehidupan yg baru”…..jalan kan hidup ini dgn ikhlas dan tawakal…..Insya Alloh aman…….amin 3x…..salam sepeda puspita…..!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: