Doni Tata Dibayar Rp 1 Miliar

Doni Tata Pradita (Foto Google.co.id)

 

LIMA tahun lalu, Doni Tata Pradita mengawali perjalanan menjadi pembalap MotoGP. Pemuda asal DI Yogyakarta yang didukung Yamaha Indonesia itu melakoni kesempatan mencicipi laga kelas 125 cc Kejuaraan Dunia Balap Motor di Sepang, Malaysia, September 2005.

Undangan alias wild card kembali diperoleh Doni untuk mengikuti lomba balap motor 125 cc di Sepang pada 2006. Ia pun memanfaatkan kesempatan itu sebaik- baiknya.

Setelah itu, pemuda kelahiran Sleman, 21 Januari 1991 itu sibuk berlatih memakai sepeda motor sport. Pada 2007, masih dalam rangka persiapan menjadi pembalap MotoGP, Doni mengikuti kejuaraan nasional balap motor Jepang atau All Japan Road Race Championship.

Setahun kemudian, Doni naik ke jenjang yang lebih tinggi. Pembalap Yamaha Indonesia itu mengikuti kelas 250 cc Kejuaraan Dunia Balap Motor. Hasilnya, anak dari pasangan Kiswadi dan Haryani itu mendapat satu poin dari 16 seri yang diikutinya. Yamaha langsung mengikutsertakan Doni di ajang World Supersport pada 2009, yang digelar bersama World Superbike. Hasilnya, dari 12 kali start, Doni mendapatkan delapan poin.

Doni Tata (Google.co.id)

“Tapi, banyak kendala saat itu. Terutama masalah dana. Akibat pengaruh krisis ekonomi dunia, Yamaha Indonesia tidak lagi bisa memberikan bantuan besar seperti dulu. Dan, akhirnya saya tidak tampil lagi dalam MotoGP,” papar Doni saat dihubungi penulis, Jumat (14/5/2010).

Bayaran Besar

Lantas, bagaimana nasib Doni? Pemuda yang memiliki tinggi badan 168 cm itu akhirnya urun di FIM Asia GP. Doni pun ditargetkan merebut gelar juara umum di kelas utama ajang itu, Supersport. Alasannya sederhana. Doni sudah pernah mengikuti ajang-ajang yang kelasnya di atas FIM Asia GP.

Doni pun dituntut untuk meraih prestasi gemilang. Tapi, sayang, Pada Seri I FIM Asia GP di Sirkuit Sepang, Kuala Lumpur, Malaysia, 24 April 2010, Doni gagal finish lantaran motornya over heat pada lap ketujuh. Menjelang FIM Asia GP musim 2010, Doni selalu menjaga stamina dengan berlatih balap sepeda di Sleman, DI Yogyakarta.

“Kejadian itu tidak membuat saya patah semangat. Saya sudah dibayar Rp 1 miliar untuk satu tahun ini (2010) dengan tujuan meraih prestasi. Saya akan memperlihatkannya dalam Seri II FIM Asia GP di Sirkuit Autopolis, Osaka, Jepang, 24-25 Mei 2010. Saya berangkat ke Jepang 18 Mei mendatang,” papar Doni yang pernah dibayar Rp 2 miliar dalam satu tahun selama turun di MotoGP.

Setelah Malaysia dan Jepang, Doni masih harus mengikuti empat seri lagi di Indonesia, India, Tiongkok, dan Qatar. Doni kini didukung Yamaha, Indoprom, Krama Yudha Tiga Berlian, dan Haji Rian Fariza Racing Team. Selain Doni, ada seorang rekan setimnya yang turun di kelas bebek underbone 115 cc, yaitu Haji Yudistira.

“Target saya adalah meraih gelar juara di Jepang. Doakan saya semoga berhasil,” tutur Doni. (rio winto)

Iklan

4 Tanggapan

  1. Maju terus Bro….sukses.

  2. syang..andaikan kemaren doni ga terikat kontrak dgn yamaha mungkin masih terlihat di MotoGP ..padahal isunya dorna menawarkan akan mencarikan tim agar tetap di MotoGP dan aprillia n KTM bersedia menampung nya..hiksss.. tunjukkan don jgn hanya bangga di asia GP ..mau trus indonesia jagn hanya slogan yamaha yg ada di Moto GP..

  3. To Bro Yudo dan Bro Omy, trims atas atensinya. Sukses selalu bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: