Jeffrey Polnaja: Tips Melintas Batas Negara

Gambar

Keterangan: Jeffrey Polnaja (lima dari kiri) bersama petugas Bea Cukai (Custom) Uni Emirat Arab di Pelabuhan Sharjah.

PENJELAJAH dunia asal Indonesia, Jeffrey Polnaja, mengaku salut dengan semakin banyaknya pecinta sepeda motor di Tanah Air yang ingin mengikuti jejak dirinya berpetualang keliling dunia. Namun, pengibar misi Ride for Peace (RFP) asal Bandung, Jawa Barat, ini mengingatkan agar penjelajahan keliling dunia bukan bertujuan sebagai ajang unjuk kegagahan.

“Saat ini mulai banyak pengendara Indonesia yang melakukan perjalanan lintas negara, walaupun pun baru sebatas mengunjungi negara-negara tetangga. Ini sebuah gerakan positif. Apalagi bila misinya diisi dengan kegiatan mempromosikan keragaman Indonesia di seluruh dunia. Jadi, bukan sebagai cara untuk gagah-gagahan belaka,” kata Jeffrey yang kini berada di Vancouver, Kanada untuk misi RFP kedua ini.

Menjelajahi dunia dengan kendaraan bermotor seorang diri, menurut Jeffrey, bukan pekerjaan mudah. Selain dibutuhkan stamina prima dan kesiapan mental kuat, seorang penjelajah dunia dituntut mampu menyiapkan kelengkapan dokumen yang berlaku. Dokumen bukan hanya persuratan yang wajib dilengkapi oleh setiap individu. Faktor yang juga sangat penting adalah menyiapkan dokumen kendaraan agar bisa melintasi batas negara.

“Pertanyaan mendasar yang kerap dilemparkan kepada saya dari para rider yang berniat berkeliling dunia adalah tentang surat-surat izin kendaraan. Mengurus surat kendaraan tidak sulit. Terpenting, memiliki Carnet de Passage (CPD) untuk kendaraan yang akan digunakan keliling dunia,” ujar pria yang akrab disapa Kang JJ ini seperti dilansir dalam siaran pers.

Jeffrey menjelaskan, setiap orang yang ingin pergi ke luar negeri tentu harus memegang passport yang minimal masih berlaku hingga enam bulan ke depan. Banyak negara juga membutuhkan visa sebagai izin masuk, sehingga surat ini juga wajib dipenuhi sebelum keberangkatan.

“Kalau hanya mengunjungi negara-negara di Asia Tenggara, kita bisa mendapat Visa on Arrival, jadi tidak begitu repot,” kata Jeffrey.

 Mengurus CPD

Sementara itu, untuk mengurus CPD, menurut Jeffrey, dokumen ini harus diurus di kantor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat yang berada di Jakarta. “CPD sangat penting agar kendaraan asal Indonesia bisa diterima masuk di negara-negara lain. CPD seperti sebuah surat jaminan bahwa kendaraan yang akan kita masukkan ke sebuah negara bukan untuk dijual. Sebab, ketika mengurus dokumen CPD pemilik kendaraan akan dikenakan sejumlah biaya oleh IMI sebagai uang jaminan,” jelas Jeffrey.

Setiap penjelajah dunia dengan kendaraaan bermotor perlu membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Ijin Mengemudi (SIM) International yang masih berlaku.

“BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor) tidak penting untuk dibawa. Terpenting justru harus mengasuransikan kendaraan. Karena beberapa negara melarang kendaraan bermotor beroperasi bila tidak memiliki jaminan asuransi. Siapkan pula beberapa lembar pas foto diri ukuran 3×4 dan 4×6 sebagai antisipasi bila sewaktu-waktu diperlukan di kantor imigrasi sebuah negara tertentu,” ujar Jeffrey

Memasukkan Kendaraan Bermotor

Kendati prosedur mengurus dokumen izin masuk kendaraan ke sebuah negara telah diatur secara internasional, namun tak jarang beberapa negara menerapkan sebuah proses yang agak berbeda. Agar pengurusan dokumen berjalan lancar penting bagi setiap penjelajah dunia mengingat trik-trik ini.

Pertama yang harus dilakukan untuk memasuki sebuah negara adalah mengurus izin masuk kendaraan, bukan diri Anda. Namun, acap kali para pengelana melupakan hal ini. Ketika mereka berhasil masuk, namun kendaraan tertinggal pengurusannya, prosesnya akan sangat merepotkan.

Ketika mengurus izin kendaraan, ikutilah prosedur yang berlaku. Isilah formulir Custom Clearence secara cermat. Siapkan pula pas foto karena sering kali hal sepele ini diperlukan. Gambar

Keterangan: Jeffrey Polnaja (tengah) berada di Wagha Border-Perbatasan Pakistan dan India.

Kendati setiap negara memiliki urutan peraturan yang berbeda, namun umumnya petugas pabean (custom) sebuah negara akan memeriksa kendaraan Anda dengan mengecek nomor chassis dan mesin untuk dicocokkan dengan dokumen yang Anda serahkan.

Pada kesempatan itu, petugas akan memeriksa barang di dalam panniers (boks) yang ada di kendaraan Anda. Agar proses pemeriksaan yang dilakukan berjalan lancar, usahakan untuk tidak membawa senjata api dan narkotika. Alkohol dan rokok yang berlebihan jumlahnya juga perlu dihindari. Pisau lipat yang mungkin Anda perlukan selama perjalanan hendaknya ikut disimpan dalam boks perkakas perbengkelan.

Kerapihan penampilan Anda ketika mengurus dokumen sedikit banyak juga akan membantu kelancaran proses legalisasi dokumen. “Usahakan pakai baju bersih dan tidak bau. Dengan penampilan rapi petugas biasanya lebih apresiatif,” saran Jeffrey.

Dia juga menegaskan bahwa sebaiknya dokumen CPD dan STNK tercantum atas nama pengendara. “Selama mengurus dokumen usahakan kendaraan tetap berada dalam pantauan Anda. Paling tidak di bawah pengawasan kamera CCTV. Ini penting untuk menghindari bila ada pihak yang menitip barang terlarang di kendaraan Anda,” ujar dia.

Setelah pengurusan kendaraan selesai, Jeffrey menyarankan agar kita segera menuju Kantor Imigrasi untuk mendapatkan ijin melintas (visa) dengan waktu tertentu. “Anda jangan masuk dulu sebelum kendaraan dalam status aman memasuki sebuah negara,” jelas Jeffrey. (rio)

 Catatan Penting

1. Passport dengan masa berlaku lebih dari 6 bulan.

2. Visa bila diperlukan. Untuk WNI yang melintas negara-negara Asia Tenggara bisa mendapatkan Visa on Arrival.

3. Carnet de Passage (CPD) untuk kendaraan yang digunakan melintasi sebuah negara. CPD dapat diurus di kantor Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat di Jakarta.

4. Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) yang masih berlaku.

5. Surat Ijin Mengemudi (SIM) International.

6. Asuransi Kendaraan.

7. Selalu membawa pas foto ukuran 3×4 dan 4×6 beberapa lembar.

About these ads

2 Tanggapan

  1. MANTAP KANG JJ ,,,,,, TERIMAKASIH SDH BERBAGI ,,,,, SUKSES SELALU

  2. sekarang kang jj udah sampe mana ya?? trus pulang ke indonesa lagi kapan??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: