Blogger Lebih Mudah ‘Dikendalikan’?

SUASANA kopi darat (kopdar) Oto Blogger Indonesia (OBI) di Roti Bakar Edy, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang dihadiri Bung Nugroho Adhi (Nadhi), Bung Edo Rusyanto, Bung Bodats, Bung Jamin, dan saya, Senin (12/11/2012) malam, berlangsung seru. Ngobrol ngalor-ngidul, mulai dari soal sepeda motor sampai soal dunia maya.

Akhirnya, sampailah pada pembicaraan menarik mengenai masalah Honda CB 150. Bung Nadhi pun berpendapat. “Bagi saya, soal CB150 yang menarik adalah isu yang berhembus sebelum produk itu muncul di pasar. Sejumlah blogger mengaku mendapat ‘bocoran’ info itu dari (yang mengaku) orang dalam pabrikan. Sekeping demi sekeping potongan informasi itu dilempar ke ranah publik melalui tangan blogger,” kata Bung Nadhi sambil melengkapi pembicaraan melalui surat elektronik.

Lho, kenapa blogger? Kenapa tidak ke media mainstream? Bung Nadhi menduga, blogger lebih mudah ‘dikendalikan’. Hal itu terjadi karena hingga kini belum ada aturan atau UU mengenai pewarta warga di Indonesia. “Yang ada adalah soal etika. Bicara etika, tentu saja pemahamannya akan berbeda menurut orang per orang, walaupun ada etika umum pewarta warga yang dapat di jadikan acuan,” papar Bung Nadhi.

Etika umum berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori. Menurut Farid Gaban, penulisan investigasi memiliki etika dan teknik tersendiri. Apakah etika yang harus dimiliki seorang wartawan investigasi? Secara lebih konkret, bisa mengadopsi etika ini dari ‘Sembilan Elemen Jurnalisme’ milik Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. Khusus untuk liputan investigasi, salah satunya adalah unsur kebenaran. Jurnalis harus mematuhi ‘prinsip’ kebenaran, sebuah ketundukan kepada warga negara dan masyarakat secara luas, memberikan informasi ketimbang memanipulasi. Silakan simak tulisan Farid Gaban soal investigasi di  http://ajijakarta.org/news/2011/08/04/83/etika_dan_teknik_penulisan_investigasi.html

Belajar Kritis

Tentu saja, kata Bung Nadhi, tidak apple to apple membandingkan antara jurnalis media mainstream dan pewarta warga. Namun, penekanannya, adalah, kita sebagai pewarta warga dapat belajar dari kode etik profesi para jurnalis itu. Agar pewarta warga semakin hati-hati dan kritis dalam menerima informasi. Lain halnya apabila memang pabrikan ‘bekerjasama’ dengan pewarta warga untuk mengemas isu produk tertentu, misalnya.

Dari sini dapat dilihat kontennya, kemasannya, seperti apa? Apakah itu murni bocoran, spyshot jalanan? Atau, sengaja diberikan bocoran, lalu ditulis seolah-olah itu memang bocor. Nah, disinilah integritas seorang pewarta warga diuji. Kepada siapa dia berpihak?

Sangat berbeda dengan media mainstream yang kudu tunduk pada kode etik profesi maupun UU. Media mainstream itu saringan internalnya banyak. Dari soal reportase sampai foto kudu melalui ‘filter’ bertingkat. Ada koordinator liputan, redaktur, redaktur bahasa, redaktur foto, redaktur eksekutif, redaktur pelaksana, sidang redaksi, dan lain-lain.

Bahkan, apabila ada info bocoran dari whistleblower atau justice collaborator, tidak serta merta dimuat seketika. Ada tahapan-tahapan saringan yang ketat. Sebab, media mainstream mempunyai standard operating procedure (SOP) untuk info-info semacam itu. Tidak semata cek dan ricek, tapi juga verifikasi banyak narasumber. Nah, filter untuk blogger hanya dia seorang. Tentu saja relatif mudah ‘ditembus’.  Faktor inilah yang dimanfaatkan si pemberi informasi untuk menyebarkan info tertentu.

Kembali ke kisah CB150. Melihat gelagat ‘bocoran’ yang disampaikan oleh blogger, terlihat runut dan sistematik, sulit untuk dikatakan apabila itu tidak disengaja.

“Saya tidak tahu kenapa tematik trellis frame yang dikedepankan untuk diblow up dibanding soal mesin misalnya. Yang pada kenyataanya rangka itu bukanlah trelis, tapi pabrikan menyebutnya sebagai New Innovative Truss Frame. Istilah itu ada dalam siaran pers yang dikirimkan ke media mainstream juga ke sejumlah blogger,” jelas Bung Nadhi

Jadi apanya yang trelis? Dalam hal ini, menurut Bung Nadhi, blogger lemah dalam menyaring informasi. Tak kuat data dan informasi pembanding. Inilah yang dimanfaatkan pabrikan untuk blow up isu dengan ‘menyesatkan informasi’ melalui tangan blogger.

“Menurut saya, publik harus lebih hati-hati lagi dalam menerima informasi. Cek dan ricek. Verifikasi itu penting. Jangan sampai terbiasa salah kaprah menyebut Transjakarta dengan busway (jalur bus). Di tengah gempita social media ini dibutuhkan kewarasan publik yang kuat. Sudah waraskah kita?,” tanya Bung Nadhi. (rio)

About these ads

24 Tanggapan

  1. Reblogged this on Triyanto Banyumasan Blogs and commented:
    Menarik sekali tulisan bung Rio, saya alami ini, bahwa blogger lebih mudah dikendalikan. Misalnya saat saya dapat kiriman gambar atau berita tentang motor baru dari komentator atau dari AtPm, baik atas nama aseli atau nickname, saya akan dengan senang hati menulis dan menyebarkan berita tersebut, apalagi dulu saya adalah blogger hits hunter. Sekali lagi itu dulu, saya tidak mau lagi hanyut dan menulis sampah yang membodohi pembaca dan menguntungkan penjajah kapitalis. Imho

  2. sebuah otokritik dunia perbloggeran yang perlu diacungi jempol :-D

  3. Wah… Ngumpul bareng plus ngobrolin hal berbobot, ko’ ga ajak-ajak?
    Memang benar, Kang. “Remote control” tersebut terasa sekali meskipun disisipkan secara halus ketika menghadiri undangan dari pihak pabrikan. Sangat sulit menafikan keinginan untuk menulis apa yang didapat oleh blogger dari event/undangan yang dihadirinya.
    Untuk bisa tetap obyektif, memang berat, namun bukannya tidak mungkin dilakukan.
    As for me, just enjoy the facility

  4. “Saya tidak tahu kenapa tematik trellis frame yang dikedepankan untuk diblow up dibanding soal mesin misalnya. Yang pada kenyataanya rangka itu bukanlah trelis, tapi pabrikan menyebutnya sebagai New Innovative Truss Frame. Istilah itu ada dalam siaran pers yang dikirimkan ke media mainstream juga ke sejumlah blogger,” jelas Bung Nadhi
    —————————————————————————————–
    saya rasa ini agak tendensius, karena untuk soal istilah non formal hal seperti itu wajar saja. Misal kita (blogger juga) nyebut motor underbone itu bebek padahal pabrikan bilang cub atau moped, kita sebut komstir oblak padahal home steer, byson adalah motor sport padahal tidak ada sport (olahraga/balapan) pake byson (kalau balapan liar mungkin saja). ciimw

  5. dan anehnya begitu keluar nama teralis tetep aja di pake bloger seperti i*b dan cs….
    padahal bgitu bnyak yg ngigeetin itu bukan teralis
    tapi gmnpun jga saya tetep trima kasih atas tulisan2 mreka,paling ga saya selalu tersenyum ngeliat tingkah mereka yg sedangkal itu padahal sudah berumur…..

  6. @All: Terima kasih atas perhatiannya kawan-kawan

  7. itu juga yg membuat para blogger yg sering bikin artikel spyshoot atau potongan2 informasi menjadi takabur ketika media mainstream publish
    para bloger trsebut merasa dirinyalah yg paling tahu
    mereka mungkin sadar telah mnjadi media bagi pabrikan yg memanfaatkannya , terlepas ada/tidaknya unsur materi/imbal balik didalamnya
    Ironisnya jg mereka dengan bangga mengumumkan total hits yg mereka dapatkan
    ckckckckck

  8. semua ad tujuannya..

  9. wah saya cma blogger newbie, gk ada yg percaya saya :mrgreen:

    http://extraordinaryperson.wordpress.com/

  10. Refleksi yang sungguh menarik mas

    harga Ninja 250 FI naik lagi

    http://7leopold7.wordpress.com/2012/12/01/harga-ninja-fi-naik-lagi/

  11. ahhh….terlalu bodoh saya menilai !

    “Sirik tanda tak mampu”…..
    Pasti tidak nyaman di telinga penulis….

    Pernyataan basi yg perlu di tertawakan, buat para obi wan yang katanya concern dng ‘pembodohan otomotif’.

    Sekali – kali di kritik ya mas, dari sekian kesempatan mengkritisi orang lain.

    peace…..salam hotmat!

    kabayan.

  12. wahhhh saya hanya sekedar ngebloggg sajaaa. tidak tahu menauu ituu

  13. Tulisan yang berbobot dan jujur saya salut.

    Tetapi sebelum tulisan yang (maaf…. bukan sudzon….. mungkin pembaca lain juga bisa menebak arah mata angin sasaran tembak).
    miring ke gerombolan blogger sebelah yang lebih mapan (saya katakan mapan karena sudah/setelah diobok-obok mas Tri tetap solid) ada baiknya OBI juga instropeksi diri, terutama mas Tri yang kiblatnya sudah kita ketahui bersama condongnya ke arah garpu tala, tapi tidak mempunya jiwa besar untuk mengakui seperti blogger Mario Devan.
    Padahal yang pertama teriak idealisme blogger. :D

    I like this “Lain halnya apabila memang pabrikan ‘bekerjasama’ dengan pewarta warga untuk mengemas isu produk tertentu, misalnya”
    Ini tembakan ke dua arah salah satunya untuk dedengkot OBI sendiri.

  14. @ nana rudiana
    @ xentana
    betul bro,sy setuju dgn anda,perasaan iri hati mmg susah dihilangkan sepenuhnya dr hati kita.blogger jg manusia biasa.
    mas tri mmg semakin condong ke yamaha,itu yg membuat sy semakin jrg mengunjungi warungnya,walaupun sy konsumen setia yamaha

    • ya begitulah……!

      Tapi jujur, saya senang sbenarnya dng visi dan misinya rekan2x OBI…

      ….tetapi sy juga yakin rekans OBI tidak akan mau dikatakan seperti itu – syirik – red. Karena visi mereka jelas dan juga idealisme nya.

      Hanya sekedar saran aja utk bung rio dan obi-wan, al ;
      – jangan jadikan indo****blog sasaran tembak,
      karena semakin di tembak semakin melambang
      mereka !
      – visi dan misinya obi wan hrs membumi…misal ;
      tentang keprihatinan thd transportasi umum,
      keselamatan berkendara,kapitalism otomotif dl.
      Yaaa…dengan tulisan2x yg kreatif, menarik dan
      penuh solusi…misal ; dengan kegiatan dan
      mungkin event2x antara klmpk masyarakat yg
      berhubungan dng otomotif R2 / R1.
      – praktikan dng contoh yg baik…! misal ; ini sbh hal yg menarik dari beberapa blog indo****blog yg katanya selalu mengumbar syahwat otomotif R2….yakni, kala mereka berkendara menggunakan perlengkapan safety yg lengkap pd saat di test ride dll. Mereka tdk berkoar mengenai safety driving, tapi apa yg mereka kenakan menjadi tauladan utk diikuti oleh pembaca ! Saya dan temen kantor contohnya….banyak meniru apa yg mreka kenakan tatkala berkendara R2..dng budgt yg disesuaikan.
      – ……ah masih banyakkkkkk…pegel!

      salam hormat pokoknya….!

      • mantap bro..
        ini nana redpro kah?
        keren euy komentar-komentarnya
        kalo dari saya pribadi ikut rembug ya,

        saya kira sungguh sulit bagi penulis (bung rio) untuk menyaring mana informasi yang bisa diberikan untuk publik dan mana yang “for your ears only”. pinginnya saya sih kita bisa beberin semua segala intrik politik dan segala macem pernak perniknya, lha masalahnya ini pasti akan dibilang tendensius. padahal ini fakta lho.
        sungguh bro. kalo kita berkesempatan kopdar barang sekali dua pasti seru.
        sungguh ini bukan ajang sasaran tembak blogger A atau B atau komunitas apalah. it’s so yesterday.
        aslinya ini adalah mengenai …. yang …. dan ….

        ah… sulitnya belajar jurnalisme :)

        *gatal kepala saya pengen cerita banyak tapi gak bisa :mrgreen:

  15. teralis???
    tau sendiri laah siapa yg pertama kali menyebarkan rumor dengan kata “teralis”..

  16. wah ane gak ngerti … maklum orang awam :mrgreen:

  17. Tentunya kita tahu siapa sih N….adhi, cuma ngingetin aja ya semut di pelupuk mata orang lain kelihatan tapi gajah di pelupuk mata sendiri gak kelihatan

  18. hemm…..
    i see i see

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: